Akurat

Candi Tertua di Dunia: Jejak Peradaban Kuno dan Relevansinya dengan Warisan Nusantara

Eko Krisyanto | 12 September 2025, 00:00 WIB
Candi Tertua di Dunia: Jejak Peradaban Kuno dan Relevansinya dengan Warisan Nusantara

AKURAT.CO Candi bukan sekadar bangunan batu tua, tetapi saksi bisu perjalanan panjang peradaban manusia.

Dari Turki hingga Mesir, dari Inggris hingga Malta, banyak candi berusia ribuan tahun yang masih berdiri kokoh, menyimpan misteri dan keindahan arsitektur kuno.

Keberadaan candi-candi ini mengingatkan kita pada pentingnya menjaga warisan budaya, seperti halnya Indonesia dengan Borobudur dan Prambanan yang menjadi ikon dunia.

Candi tertua di dunia adalah tempat ibadah kuno yang dibangun oleh masyarakat ribuan tahun lalu.

Lebih dari sekadar pusat spiritual, candi mencerminkan kemajuan arsitektur, ilmu pengetahuan, dan budaya pada zamannya.

Dengan mempelajari candi-candi ini, kita bisa memahami cara hidup, cara beribadah, hingga teknologi konstruksi masyarakat purba sebelum era modern dimulai.

Daftar Candi Tertua di Dunia

1. Göbekli Tepe – Turki

Dibangun sekitar 9600 tahun lalu, Göbekli Tepe disebut-sebut sebagai candi tertua di dunia. Terletak di Turki, situs ini berupa lingkaran batu raksasa dengan ukiran hewan dan simbol mistis.

Baca Juga: Sara Tingggalkan Senayan

Para arkeolog menilai Göbekli Tepe menjadi bukti pertama kompleksitas spiritual manusia sebelum mengenal pertanian.

2. Stonehenge – Inggris

Ikon megalitikum ini berdiri di Wiltshire sejak 5.000 tahun lalu. Batu-batu besar yang disusun melingkar masih menjadi misteri hingga kini.

Banyak ahli menduga Stonehenge digunakan untuk upacara astronomi terkait solstis matahari. Pada 1986, UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Dunia.

3. Temple of Amada – Mesir

Dibangun sekitar abad ke-15 SM oleh Firaun Thutmose III, kuil ini didedikasikan untuk dewa Amun-Ra.

Temple of Amada menjadi salah satu kuil paling awal di Nubia, Mesir, dan terkenal dengan relief indah yang menggambarkan kehidupan kerajaan kuno.

4. Ħagar Qim & Mnajdra – Malta

Situs berusia lebih dari 5.000 tahun ini menunjukkan kecanggihan masyarakat Malta dalam membaca pergerakan matahari.

Pada hari tertentu, cahaya matahari tepat menyinari bagian dalam bangunan. Bukti bahwa ilmu astronomi kuno sudah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu.

5. Ziggurat of Ur – Irak

Didirikan sekitar 2100 SM, Ziggurat of Ur merupakan kuil berbentuk piramida bertingkat yang didedikasikan untuk dewa bulan Nanna.

Struktur megah ini membuktikan kemajuan arsitektur Sumeria yang menjadi salah satu peradaban tertua di dunia.

Mengapa Candi Tertua Penting bagi Dunia dan Indonesia?

Candi-candi kuno ini adalah sumber ilmu sejarah, arkeologi, hingga spiritualitas manusia.

Mereka menunjukkan bagaimana manusia purba mengorganisasi masyarakat, membangun struktur besar, dan berhubungan dengan alam semesta.

Baca Juga: Mengenal Nospirinal: Obat Aspirin Dosis Rendah

Indonesia sendiri punya Borobudur yang menjadi candi Buddha terbesar di dunia, serta Prambanan sebagai kompleks Hindu megah dengan arsitektur tinggi.

Meski usianya lebih “muda” dibanding Göbekli Tepe atau Stonehenge, warisan Nusantara ini menjadi bukti bahwa peradaban Indonesia juga sejajar dengan peradaban dunia.

Keindahan dan Keunikan Candi Kuno

Setiap candi punya ciri khas:

  • Göbekli Tepe dengan ukiran spiritual masyarakat pemburu.

  • Stonehenge dengan misteri astronominya.

  • Temple of Amada dengan relief Mesir kuno.

  • Malta dengan kecanggihan membaca matahari.

  • Ziggurat Ur dengan monumentalitas khas Sumeria.

Sama seperti Borobudur yang kaya akan relief kehidupan Buddha, atau Prambanan yang menuturkan kisah Ramayana, candi-candi dunia ini adalah “buku sejarah batu” yang bisa kita baca hingga hari ini.

Candi tertua di dunia bukan hanya bangunan bersejarah, melainkan jejak peradaban manusia yang luar biasa.

Dari Göbekli Tepe hingga Ziggurat of Ur, semua menunjukkan betapa majunya masyarakat kuno dalam spiritualitas, seni, dan teknologi.

Bagi Indonesia, keberadaan Borobudur dan Prambanan adalah cermin peradaban agung Nusantara yang setara dengan warisan dunia lainnya.

Menjaga candi berarti menjaga identitas budaya sekaligus warisan tak ternilai bagi generasi mendatang.

Laporan: Nia Ayunia/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.