Cek Fakta: Benarkah Nepal Berhasil Gulingkan DPR?

AKURAT.CO Konten viral kembali ramai di media sosial. Kali ini, unggahan video dari akun TikTok “joys1233” pada Rabu, 10 September 2025, menjadi bahan perbincangan hangat. Video tersebut menampilkan narasi yang menyebutkan bahwa Nepal berhasil menggulingkan DPR.
Dalam narasi itu, si pengunggah menulis:
“NEPAL BERHASIL MENGGULINGKAN DPR. Di Indonesia gagal total, rusuh dikit malah dibilangnya anarkis, kocak emang, segala bentuk kata2 kampungan dari ANARKIS, tanpa mereka sadari kalau kata anarkis itulah yg digunakan oleh pejabat untuk mempengaruhi rakyat agar kepemimpinannya tetap kokoh dengan segala kejahatannya saat ini, karena kita rakyat dilarang keras agar mereka bisa tuli seumur hidup.”
Unggahan tersebut langsung mendapat atensi warganet. Hingga Rabu sore, video itu sudah meraih lebih dari 6 ribu tanda suka, seribu komentar, dan 540 kali dibagikan ke pengguna TikTok lain. Namun, benarkah klaim soal penggulingan DPR di Nepal itu valid?
Penelusuran Fakta: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim pemeriksa fakta dari Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pengecekan. Mereka memasukkan kata kunci “Nepal berhasil gulingkan DPR” ke mesin pencarian Google.
Hasilnya, tidak ditemukan satupun berita dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Justru, pencarian menampilkan artikel berjudul “Gedung DPR dibakar, 22 orang tewas, PM mundur – Apa yang diketahui soal demo di Nepal?” yang tayang pada 10 September 2025.
Artikel itu menjelaskan bahwa demonstrasi besar yang dipimpin oleh kalangan Gen-Z Nepal dipicu oleh tuduhan korupsi serta kebijakan kontroversial berupa larangan penggunaan media sosial. Unjuk rasa kemudian berujung pada kekerasan, termasuk insiden pembakaran gedung parlemen.
Namun, meski kerusuhan tersebut cukup besar, tidak ada keterangan resmi bahwa DPR Nepal (Pratinidhi Sabha) digulingkan. Yang terjadi adalah Perdana Menteri Sharman Oli mengundurkan diri setelah tekanan massa semakin kuat.
Presiden dan Para Menteri Nepal Juga Mundur
Penelusuran lebih lanjut mengarah pada laporan dengan judul “Presiden Nepal, PM, dan Para Menteri Mundur Imbas Demo Rusuh” yang juga terbit pada 10 September 2025.
Dalam laporan itu dijelaskan, selain Perdana Menteri, Presiden Nepal dan sejumlah menteri juga ikut menyatakan mundur akibat situasi politik yang semakin tidak terkendali.
Artinya, yang benar adalah terjadi gelombang pengunduran diri pejabat eksekutif Nepal, bukan pembubaran atau penggulingan lembaga legislatif (DPR). Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi bahwa Pratinidhi Sabha dibubarkan.
Kesimpulan: Klaim Nepal Gulingkan DPR Adalah Hoaks
Dari hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klaim “Nepal berhasil menggulingkan DPR” tidak benar.
Fakta yang terjadi adalah:
-
Demonstrasi besar dipicu oleh tuduhan korupsi dan larangan media sosial.
-
Aksi massa berujung kerusuhan, termasuk pembakaran gedung DPR.
-
Perdana Menteri Sharman Oli, Presiden, dan sejumlah menteri mengundurkan diri.
-
Tidak ada bukti DPR Nepal digulingkan atau dibubarkan.
Jadi, unggahan viral di TikTok yang menyebut adanya penggulingan DPR Nepal hanyalah disinformasi yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.
Baca Juga: Profil Sharad Singh Bhandari, Eks Menteri Nepal yang Kabur dan Tinggalkan Sang Istri Disabilitas
Baca Juga: Profil Jhala Nath Khanal, Mantan PM Nepal yang Istrinya Tewas dalam Kerusuhan
FAQ
1. Apakah benar Nepal berhasil menggulingkan DPR?
Tidak. Hingga kini tidak ada bukti atau pernyataan resmi yang menyebut DPR Nepal (Pratinidhi Sabha) digulingkan. Yang terjadi adalah Perdana Menteri, Presiden, dan sejumlah menteri mengundurkan diri akibat demonstrasi besar.
2. Apa pemicu demonstrasi besar di Nepal pada September 2025?
Demo dipicu oleh tuduhan praktik korupsi yang meluas serta kebijakan larangan penggunaan media sosial. Situasi semakin panas hingga berujung kerusuhan dan pembakaran gedung DPR.
3. Apakah Gedung DPR Nepal benar dibakar?
Ya, laporan dari media internasional seperti BBC menyebutkan gedung DPR Nepal sempat dibakar massa dalam kerusuhan yang menewaskan lebih dari 20 orang.
4. Siapa pejabat Nepal yang mundur akibat demo tersebut?
Perdana Menteri Sharman Oli, Presiden Nepal, dan beberapa menteri mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas krisis politik yang terjadi.
5. Mengapa klaim penggulingan DPR bisa viral di media sosial?
Klaim tersebut viral karena disebarkan melalui video TikTok dengan narasi provokatif. Konten semacam ini cepat menarik perhatian warganet meski tidak memiliki dasar fakta yang valid.
6. Bagaimana cara memeriksa kebenaran informasi seperti ini?
Gunakan sumber berita terpercaya, cek laporan media internasional maupun nasional, serta manfaatkan layanan pemeriksa fakta seperti Mafindo (TurnBackHoax).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









