Akurat

Trump Beri Ultimatum Terakhir ke Hamas soal Sandera Gaza

Kumoro Damarjati | 8 September 2025, 09:11 WIB
Trump Beri Ultimatum Terakhir ke Hamas soal Sandera Gaza


AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (7 September) mengeluarkan “peringatan terakhir” kepada Hamas. Ia mendesak kelompok militan Palestina itu untuk menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.

“Israel sudah menerima persyaratan saya. Kini saatnya Hamas juga menerima,” tulis Trump di akun media sosialnya, Truth Social. “Saya sudah memperingatkan Hamas tentang konsekuensinya jika menolak. Ini peringatan terakhir saya, tidak akan ada lagi peringatan berikutnya!”

Respons Hamas

Tak lama setelah pernyataan Trump, Hamas mengungkapkan bahwa mereka telah menerima sejumlah gagasan dari pihak AS melalui mediator internasional. Ide tersebut terkait kemungkinan gencatan senjata di Gaza.

Hamas menyebut masih berdiskusi dengan para mediator untuk mengembangkan usulan itu. Namun, kelompok tersebut menegaskan kembali bahwa syarat utama mereka adalah negosiasi pembebasan semua sandera yang harus disertai pengumuman resmi tentang akhir perang, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Trump Yakin Kesepakatan Dekat

Saat kembali ke Washington dari New York, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya optimistis kesepakatan akan segera tercapai.

“Saya rasa kita akan segera mencapai kesepakatan soal Gaza,” ujar Trump. Ia bahkan meyakini semua sandera akan dibebaskan, hidup ataupun mati. “Saya pikir kita akan mendapatkan mereka semua.”

Isi Proposal Gencatan Senjata

Sehari sebelumnya, media Israel N12 News melaporkan bahwa Trump telah mengajukan proposal gencatan senjata baru. Dalam rencana itu, Hamas diminta membebaskan 48 sandera yang masih ditahan pada hari pertama gencatan senjata. Sebagai gantinya, Israel akan melepas ribuan tahanan Palestina. Setelah itu, kedua pihak akan membuka negosiasi lebih lanjut untuk membahas penghentian perang selama periode gencatan senjata berlangsung.

Seorang pejabat Israel mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan serius usulan Trump tersebut, meski belum ada rincian lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.