Akurat

Anutin Charnvirakul Resmi Jadi Perdana Menteri Thailand, Ini Profil dan Perjalanannya

Kumoro Damarjati | 5 September 2025, 16:55 WIB
Anutin Charnvirakul Resmi Jadi Perdana Menteri Thailand, Ini Profil dan Perjalanannya

 

AKURAT.CO Anutin Charnvirakul akhirnya terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand pada Jumat (5/9/2025). Keputusan ini datang seminggu setelah pengadilan memberhentikan Paetongtarn Shinawatra, putri miliarder sekaligus mantan PM Thaksin Shinawatra.

Langkah cepat Anutin dalam bermanuver politik disebut sebagai kunci keberhasilannya. Saat isu bocoran telepon pada Juni lalu mengancam kursi Paetongtarn, ia segera keluar dari koalisi Pheu Thai, mendekati oposisi, dan menunggu momentum yang tepat.

Dari Menteri Kesehatan hingga Perdana Menteri

Perjalanan politik Anutin Charnvirakul, 58 tahun, tidak instan. Kariernya dimulai dari partai Thai Rak Thai milik Thaksin Shinawatra. Setelah partai itu dibubarkan pada 2007, ia sempat dilarang berpolitik lima tahun, sebelum kembali bangkit melalui Partai Bhumjaithai pada 2012.

Popularitasnya melejit saat menjabat Menteri Kesehatan Thailand. Ia dikenal karena penanganan pandemi Covid-19 dan mendorong legalisasi ganja pada 2022.

“Saya lebih muda, lebih segar, dan memahami politik demokratis,” ujarnya pada Reuters 2023, menegaskan ambisinya menuju kursi tertinggi pemerintahan.

Peran Bhumjaithai dalam Politik Thailand

Meski Bhumjaithai hanya mendapat 70 kursi dari 500 di parlemen, partai ini memainkan peran penting. Pada 2023, Bhumjaithai membantu menggagalkan kemenangan partai progresif Move Forward. Anutin kemudian masuk pemerintahan sebagai Menteri Dalam Negeri di bawah PM dari Pheu Thai.

Menurut Napon Jatusripitak, peneliti ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura, Anutin adalah politisi pragmatis yang berhasil menjembatani kepentingan keluarga politik lokal dan kelompok konservatif-royalis.

“Dia telah memposisikan partainya sebagai pelindung kepentingan konservatif paling kredibel di Thailand,” kata Napon.

Latar Belakang Anutin Charnvirakul

Anutin lahir dari keluarga pengusaha-politisi berpengaruh. Ia menempuh pendidikan di sekolah elit Bangkok sebelum melanjutkan kuliah teknik di Amerika Serikat.

Tahun 1990, ia bergabung di perusahaan konstruksi keluarga, Sino-Thai, lalu menjabat sebagai presiden. Karier politiknya dimulai ketika diangkat menjadi Wakil Menteri Kesehatan pada 2004 di bawah pemerintahan Thaksin.

Koneksi dengan Newin Chidchob, pendiri Bhumjaithai, membuatnya semakin kuat dalam politik provinsi. Sejak itu, ia nyaris selalu menjadi bagian dari kabinet Thailand.

Tantangan Anutin sebagai Perdana Menteri

Kini, ketika resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand, Anutin menghadapi tantangan besar yang akan menentukan masa depannya. Perekonomian Thailand sedang tersendat dan membutuhkan strategi baru untuk kembali tumbuh. Di sisi lain, hubungan dengan Kamboja juga sedang memanas akibat perang perbatasan yang menelan korban jiwa, sehingga diplomasi yang hati-hati sangat diperlukan.

Selain itu, politik dalam negeri tidak kalah rumit. Persaingan antara kelompok konservatif dan populis pendukung Thaksin terus membayangi. Situasi ini berpotensi memicu gejolak politik baru, sebuah ujian yang harus dihadapi Anutin demi menjaga stabilitas pemerintahannya.

Di luar panggung politik, Anutin dikenal sebagai sosok dengan hobi unik. Ia gemar mengoleksi amulet Buddha dan juga suka menerbangkan pesawat rekreasi, yang kadang ia manfaatkan untuk misi kemanusiaan seperti pengiriman organ donor darurat.

Terpilihnya Anutin Charnvirakul sebagai Perdana Menteri Thailand menandai babak baru dalam politik Thailand. Dengan dukungan Partai Bhumjaithai dan koalisi yang luas, ia kini memegang kendali di tengah situasi politik yang rapuh dan penuh tantangan.

Keberhasilannya mengelola ekonomi, menjaga stabilitas politik, dan mengatasi konflik regional akan menentukan apakah ia mampu bertahan di kursi perdana menteri yang selama ini kerap diguncang kudeta dan keputusan pengadilan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.