Akurat

10 Negara dengan Beban Utang Publik Terbesar Berdasarkan IMF 2025

Ratu Tiara | 1 September 2025, 10:54 WIB
10 Negara dengan Beban Utang Publik Terbesar Berdasarkan IMF 2025


AKURAT.CO Utang publik menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kekuatan ekonomi sebuah negara.

Semakin tinggi rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal.

Berdasarkan data terbaru dari International Monetary Fund (IMF), terdapat sepuluh negara yang menanggung beban utang publik terbesar di tahun 2025, mulai dari negara berkembang hingga negara maju dengan ekonomi terbesar dunia.

Baca Juga: China Kecam Proteksionisme AS, Serukan Dukungan Perdagangan Bebas di Forum IMF-World Bank

Dilansir dari Indian Express, IMF mencatat bahwa Sudan menempati posisi teratas dengan rasio utang publik mencapai lebih dari dua kali lipat PDB negaranya. Data ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan keuangan global, karena beban utang yang tinggi berpotensi membatasi ruang gerak pemerintah dalam membiayai pembangunan. Fakta ini pun tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Data dari IMF yang dirilis melalui World Economic Outlook menampilkan bahwa daftar negara dengan utang terbesar mencerminkan kerentanan ekonomi dunia. Kondisi ini terjadi karena berbagai faktor, mulai dari perlambatan ekonomi, tingginya biaya pembangunan, hingga kebutuhan belanja negara yang tidak sebanding dengan pemasukan.

Dari sinilah terlihat bagaimana pengelolaan fiskal menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan ekonomi di masa depan.

Baca Juga: Kisah Utang Negara: Italia, Negara Eropa Peringkat ke-2 Utang Tertinggi

Berikut adalah sepuluh negara dengan beban utang publik terbesar pada tahun 2025 berdasarkan data IMF

1. Sudan

Rasio utang publik mencapai sekitar 252% dari PDB, menjadikannya negara dengan beban utang terbesar di dunia.

Krisis politik dan ekonomi yang berkepanjangan membuat pemerintah sulit menekan angka utang.

2. Jepang

Dengan utang sebesar 234,9% dari PDB, Jepang tetap menjadi salah satu negara dengan rasio utang tertinggi, meski ekonominya tergolong maju. Faktor penuaan populasi dan tingginya pengeluaran sosial menjadi penyebab utamanya.

3. Singapura

Utangnya tercatat 174,9% dari PDB. Meskipun demikian, Singapura memiliki cadangan fiskal kuat sehingga risiko gagal bayar relatif kecil.

4. Yunani

Negara ini masih menanggung beban utang 142,2% dari PDB. Sejak krisis keuangan Eropa, Yunani berjuang keras untuk menstabilkan perekonomiannya.

5. Bahrain

Rasio utang publik mencapai 141,4% dari PDB. Ketergantungan pada pendapatan minyak membuat fiskalnya rapuh ketika harga energi menurun.

6. Maladewa

Dengan utang 140,8% dari PDB, negara kepulauan kecil ini menghadapi kesulitan akibat ketergantungan pada pariwisata yang rentan terhadap krisis global.

7. Italia

Utangnya sebesar 137,3% dari PDB. Sebagai negara anggota Uni Eropa, Italia menghadapi tekanan untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah pertumbuhan ekonomi yang lambat.

8. Amerika Serikat

Amerika Serikat tercatat memiliki rasio utang 122,5% dari PDB. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar dunia, beban utang AS memengaruhi pasar keuangan global.

9. Prancis

Dengan 116,3% dari PDB, Prancis menghadapi tantangan menjaga belanja publik di tengah kebutuhan reformasi ekonomi.

10. Kanada

Kanada memiliki rasio utang 112,5% dari PDB. Negara ini tertekan oleh beban pengeluaran sosial dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Tingginya beban utang di negara-negara tersebut memberikan gambaran bahwa tantangan ekonomi global tidak hanya melanda negara berkembang, tetapi juga negara maju. Hal ini menjadi pengingat bahwa kebijakan yang transparansi dan diversifikasi ekonomi adalah kunci untuk keluar dari jebakan utang di masa depan.

Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R