Akurat

Oymyakon, Permukiman Manusia Paling Dingin di Dunia yang Sangat Ekstrem

Eko Krisyanto | 30 Agustus 2025, 13:27 WIB
Oymyakon, Permukiman Manusia Paling Dingin di Dunia yang Sangat Ekstrem

AKURAT.CO Bagi sebagian orang, cuaca dingin mungkin menjadi kenikmatan tersendiri.

Namun, bayangkan hidup di sebuah tempat di mana suhu rata-rata di bulan Januari mencapai minus 50 derajat Celcius. Tempat itu benar-benar ada dan terletak di wilayah Republik Sakha, Siberia, Rusia.

Oymyakon, sebuah desa terpencil yang dijuluki sebagai permukiman manusia paling dingin di dunia, memegang rekor sebagai pemukiman dengan suhu terdingin di Bumi. Suhu terendah yang pernah tercatat di sini mencapai −71,2 derajat Celcius pada tahun 1924. Namun, angka ini dianggap tidak resmi karena tidak tercatat melalui pengamatan meteorologi standar.
 
Rekor suhu terendah resmi yang diakui secara ilmiah di Oymyakon adalah −67,7 derajat Celcius, yang tercatat pada 6 Februari 1933. Suhu ekstrem ini cukup untuk membekukan air dan bahan bakar dalam hitungan detik, serta membuat aktivitas luar ruangan nyaris mustahil dilakukan tanpa perlindungan khusus.
 

Kehidupan Masyarakat di Tengah Suhu Ekstrem

Bagaimana penduduk Oymyakon bertahan hidup di tengah kondisi yang sangat ekstrem ini?

Tentu saja, kehidupan di sana jauh berbeda dengan permukiman manusia lain. Mereka harus beradaptasi dengan cara yang unik:

  • Pemanas dan pakaian berlapis adalah kebutuhan primer. Rumah-rumah di sana umumnya dilengkapi dengan pemanas yang terus menyala untuk mencegah pipa air membeku.
  • Aktivitas sehari-hari seperti membuang sampah, mencuci baju, bahkan pergi ke sekolah menjadi tantangan tersendiri.
  • Mata pencaharian utama adalah peternakan rusa dan kuda Yakutia yang memang tahan terhadap cuaca dingin, serta kegiatan berburu dan memancing yang menjadi bagian dari tradisi mereka.

Mengapa Oymyakon Sangat Dingin?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Oymyakon menjadi permukiman manusia paling dingin di dunia:
  • Lokasi Geografis: Oymyakon berada di sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan. Kondisi ini menyebabkan udara dingin turun dan terperangkap di dasar lembah, menciptakan fenomena "cold air pooling" yang membuat suhu terus menurun, terutama di malam hari saat langit cerah.
  • Ketinggian: Meskipun tidak berada di ketinggian ekstrem, Oymyakon terletak sekitar 750 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini turut berkontribusi terhadap suhu rendah, karena temperatur umumnya menurun seiring dengan bertambahnya ketinggian.
  • Jarak dengan Lautan: Sebagai wilayah yang sangat jauh dari pantai, Oymyakon tidak mendapatkan efek penghangat dari laut. Letaknya yang jauh di pedalaman Siberia membuatnya mengalami iklim kontinental ekstrem, dengan suhu musim dingin yang sangat rendah dan fluktuasi suhu harian yang tajam.
Oymyakon bukan hanya sekadar tempat dengan suhu ekstrem.
 
Di balik rekornya sebagai permukiman manusia paling dingin di dunia, terdapat cerita tentang ketahanan, adaptasi, dan kehidupan yang luar biasa dari penduduknya.
 
Keberadaan Oymyakon mengajarkan kita bahwa manusia bisa bertahan dalam kondisi alam yang paling ekstrem sekalipun.
 
Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan (Magang)
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R