Akurat

Pertemuan Trump–Lee Jae-myung: Tarif Dagang, Galangan Kapal, hingga Korea Utara

Kumoro Damarjati | 26 Agustus 2025, 20:33 WIB
Pertemuan Trump–Lee Jae-myung: Tarif Dagang, Galangan Kapal, hingga Korea Utara


AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan dagang AS-Korea Selatan akan tetap berlaku dengan tarif 15% untuk barang-barang asal Korea Selatan. Kepastian ini disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Gedung Putih.

Selain isu perdagangan, pada Senin (25/8), pertemuan perdana kedua pemimpin ini juga membahas kerja sama pembangunan kapal, kemungkinan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, hingga biaya penempatan pasukan AS di Semenanjung Korea.

Trump Siap Bertemu Kim Jong-un Lagi

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee meminta Trump untuk kembali membuka dialog dengan Korea Utara. Trump pun menyetujuinya dan menyebut peluang itu bisa membawa “kemajuan besar.”

“Kita bisa membuat kemajuan besar dengan Korea Utara,” ujar Trump.

Trump juga menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Kim Jong-un masih terjaga. Ia menilai pertemuan lanjutan bisa menjadi momentum baru bagi perdamaian di Semenanjung Korea.

Kesepakatan Tarif Dagang

Sejak akhir Juli, kedua negara telah menyetujui tarif 15% untuk ekspor Korea Selatan, lebih rendah dari rencana tarif 25% yang sempat diusulkan Trump. Kesepakatan ini dipandang sebagai jalan tengah untuk menjaga hubungan dagang tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi Seoul.

Trump menyebut kesepakatan dagang ini sebagai salah satu yang terbesar yang pernah dibuat oleh Korea Selatan, sekaligus langkah penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Kerja Sama Industri Kapal

Isu lain yang mengemuka adalah kerja sama di sektor galangan kapal. Trump berjanji untuk membeli kapal dari Korea Selatan, sementara Presiden Lee menyatakan dukungan agar perusahaan-perusahaan Korea bisa membuka lapangan kerja di Amerika.

Sebagai bagian dari kesepakatan dagang, Korea Selatan juga menjanjikan investasi sekitar 350 juta dolar AS untuk mendukung industri pembangunan kapal AS. Langkah ini penting karena selama beberapa dekade terakhir, AS hanya menguasai kurang dari 1% pasar global galangan kapal, kalah jauh dari Tiongkok (50%), Korea Selatan (30%), dan Jepang (10%).

Dengan dukungan teknologi dan peralatan dari Korea Selatan, AS berharap bisa kembali memperkuat industri strategis ini, baik untuk kebutuhan ekonomi maupun keamanan nasional.

Hubungan AS-Korea Selatan ke Depan

Pertemuan Trump dan Lee menandai era baru hubungan kedua negara. Selain kerja sama ekonomi, keduanya sepakat bahwa dialog damai dengan Korea Utara perlu terus diupayakan. Presiden Lee bahkan menyebut peran Trump bisa menjadi kunci dalam membuka “era perdamaian baru di Semenanjung Korea.”

Trump sendiri menegaskan bahwa ia akan bertemu Kim Jong-un “pada waktu yang tepat,” sembari melanjutkan agenda penguatan kerja sama ekonomi dengan Korea Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.