Topan Kajiki Menghantam dengan Angin 130 Km/Jam, Vietnam Evakuasi 30 Ribu Warga

AKURAT.CO Vietnam kembali diterjang bencana alam. Pada Senin (25/8), Topan Kajiki menghantam wilayah tengah negara itu dengan kecepatan angin lebih dari 130 kilometer per jam. Ini menjadi topan kelima yang melanda Vietnam sepanjang tahun 2025, setelah sebelumnya sejumlah badai besar juga memicu korban dan kerugian ekonomi.
Topan Kajiki lebih dulu mengguncang Teluk Tonkin dengan gelombang raksasa setinggi 9,5 meter sebelum menghantam daratan sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Dampaknya, hampir 30 ribu penduduk pesisir dievakuasi, sementara 16 ribu personel militer dikerahkan untuk membantu warga dan mengamankan wilayah terdampak.
Pemerintah Vietnam juga memutuskan menutup dua bandara domestik dan membatalkan 35 penerbangan. Semua kapal penangkap ikan yang berada di jalur badai dipanggil pulang ke pelabuhan.
Di Kota Vinh, banjir merendam kawasan tepi laut sejak malam sebelumnya. Suasana kota berubah sepi, toko dan restoran tutup, sementara warga sibuk menumpuk karung pasir di depan rumah untuk menghalau air.
Le Manh Tung, warga berusia 66 tahun, mengaku belum pernah melihat badai sebesar ini. “Saya agak takut, tapi kami harus menerimanya karena ini sudah takdir,” ujarnya saat mengungsi di stadion olahraga dalam ruangan yang disulap menjadi tempat evakuasi.
Curah Hujan Tinggi, Risiko Banjir Bandang
Menurut Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam, Topan Kajiki mendarat dengan kecepatan angin 118–133 km/jam. Curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga besok, sehingga risiko banjir besar dan banjir bandang di wilayah sungai sangat tinggi.
“Badai memang sering datang, tapi tidak pernah sebesar ini,” kata Nguyen Thi Nhan, pengungsi berusia 52 tahun.
Para ilmuwan menyebut, fenomena cuaca ekstrem seperti Topan Kajiki semakin sering terjadi akibat perubahan iklim, yang membuat badai di kawasan tropis lebih intens dan sulit diprediksi.
Dampak hingga Tiongkok
Tak hanya Vietnam, badai juga berdampak ke Pulau Hainan, Tiongkok. Sekitar 20 ribu orang dievakuasi pada Minggu (24/8) ketika topan melewati bagian selatan pulau. Kota Sanya bahkan menutup area wisata dan menghentikan operasional bisnis.
Meski kekuatan Topan Kajiki diperkirakan melemah setelah masuk daratan, kerugian ekonomi tetap besar. Dalam tujuh bulan pertama 2025 saja, Vietnam sudah mencatat lebih dari 100 korban tewas atau hilang akibat bencana alam, dengan kerugian mencapai lebih dari 21 juta dolar AS.
Tahun lalu, Topan Yagi yang menghantam Vietnam utara bahkan menyebabkan ratusan korban jiwa dengan kerugian hingga 3,3 miliar dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









