Akurat

Tragedi Darfur: 13 Warga Sipil Sudan Dieksekusi Pasukan RSF

Kumoro Damarjati | 25 Agustus 2025, 20:38 WIB
Tragedi Darfur: 13 Warga Sipil Sudan Dieksekusi Pasukan RSF


AKURAT.CO Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Sudan. Sebanyak 13 warga sipil dilaporkan dieksekusi oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di wilayah Darfur Utara, menurut laporan Sudan Doctors Network.

Dalam pernyataannya, organisasi medis itu menyebut korban terdiri dari 5 anak-anak, 4 perempuan, dan 4 orang lanjut usia. Peristiwa ini terjadi di kawasan Khazan Qolo, yang berada di jalur utama antara El-Fasher dan Tawila.

Serangan tersebut digambarkan sebagai “pembantaian mengerikan” yang secara langsung menargetkan warga sipil tak bersenjata. Sudan Doctors Network menyebut aksi ini sebagai bagian dari kampanye pembersihan etnis dan genosida yang terus dilakukan RSF di Darfur, melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

“Penargetan sistematis terhadap anak-anak, perempuan, dan lansia menunjukkan bahwa RSF menjalankan kebijakan terencana untuk menggusur warga berdasarkan etnis,” tulis pernyataan resmi jaringan medis tersebut.

Kejahatan Perang dan Desakan Internasional

Sudan Doctors Network menegaskan bahwa tindakan RSF ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Serangan juga disebut bertolak belakang dengan seruan RSF sendiri, yang sebelumnya meminta warga sipil mengevakuasi El-Fasher.

Organisasi tersebut menuntut komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan genosida dan menekan kepemimpinan RSF agar bertanggung jawab atas kekejaman mereka.

Konflik Sudan yang Berkepanjangan

Sejak April 2023, Sudan terjerumus dalam perang berdarah antara militer pemerintah dan RSF. El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, telah dikepung sejak Mei 2024, dengan laporan berulang bahwa RSF menembaki kawasan sipil meski ada seruan dunia internasional untuk membuka akses kemanusiaan.

Menurut data PBB dan otoritas lokal, konflik ini telah menewaskan lebih dari 20.000 orang dan membuat sekitar 14 juta orang mengungsi. Namun, riset dari beberapa universitas di Amerika Serikat memperkirakan angka korban jiwa bisa mencapai 130.000 orang.

Darfur dalam Bahaya

Tragedi terbaru di Khazan Qolo menambah panjang daftar kekerasan yang menimpa warga Darfur. Situasi ini semakin mempertegas bahwa konflik Sudan bukan hanya perebutan kekuasaan, melainkan juga menyisakan krisis kemanusiaan berskala besar yang berpotensi meluas jika dunia internasional tidak segera bertindak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.