Akurat

Yang Perlu Diketahui Menjelang Pertemuan Trump dan Zelensky

Kumoro Damarjati | 18 Agustus 2025, 21:19 WIB
Yang Perlu Diketahui Menjelang Pertemuan Trump dan Zelensky

AKURAT.CO Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan segera digelar di Washington, Senin siang (18/8) waktu setempat. Setelah pertemuan dengan Vladimir Putin, yang tidak mencapai kesepakatan apapun, publik dunia menantikan apa yang akan terjadi dari pertemuan lanjutan untuk penyelesaian perang Rusia dan Ukraina ini.

Sebelum menyambut Zelensky, Trump sudah mengirimkan sinyal keras. Ia mendesak Ukraina agar melupakan ambisi untuk bergabung dengan NATO dan melepaskan klaim atas Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014. Dalam pernyataan di media sosialnya, Trump bahkan menegaskan bahwa Zelensky bisa mengakhiri perang “seketika” jika bersedia berkompromi dengan Moskow.

Sikap ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Trump akan menekan Ukraina untuk menerima perjanjian damai dengan syarat yang lebih menguntungkan Rusia.

Agenda Pertemuan di Gedung Putih

Menurut jadwal, Trump akan bertemu Zelensky terlebih dahulu di Ruang Oval pukul 13.15 waktu Washington (00.15 WIB Selasa dini hari), sebelum menjamu para pemimpin Eropa di Ruang Timur Gedung Putih. Kehadiran pemimpin Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Finlandia, Uni Eropa, hingga NATO dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas bagi Ukraina sekaligus menegaskan posisi Eropa dalam negosiasi damai.

Eropa sendiri tidak ingin tersingkir dari perbincangan setelah pertemuan Trump–Putin di Alaska, yang sempat memicu spekulasi bahwa Moskow dan Washington bisa membuat kesepakatan tanpa melibatkan Kyiv maupun mitra Eropanya.

Bagi Zelensky, pertemuan ini bukan sekadar diplomasi, tapi juga pertaruhan politik dan militer. Ia menolak usulan Putin yang menginginkan Ukraina menyerahkan wilayah Donetsk yang masih dikuasai Kyiv. Zelensky baru saja mendorong gencatan senjata segera agar bisa membuka jalan bagi perundingan damai yang lebih menyeluruh.

Setibanya di Washington, Zelensky menyampaikan apresiasi atas undangan Trump. Ia menegaskan bahwa tujuan bersama adalah mengakhiri perang, namun dengan catatan Rusia harus menghentikan agresinya. “Kekuatan bersama kita dengan Amerika dan Eropa akan mendorong Rusia menuju perdamaian sejati,” ujarnya.

Rusia Masih Gencar Menyerang

Di sisi lain, kenyataan di medan perang masih pahit. Rusia terus melancarkan serangan, termasuk serangan rudal dan drone yang menyerang warga sipil di Kharkiv akhir pekan lalu. Di depan timur, pasukan Rusia perlahan maju dengan keunggulan jumlah personel dan persenjataan. Presiden Vladimir Putin sendiri menegaskan siap berjuang hingga tujuan militernya tercapai.

Pertemuan Trump dan Zelensky di Gedung Putih disebut sebagai “momen kebenaran” oleh media Jerman Die Welt. Media Inggris Daily Mail menyebutnya sebagai “Hari-H di Gedung Putih”. Bagi banyak pihak, pertemuan ini akan menentukan: apakah jalur diplomasi bisa membuka peluang perdamaian, atau justru memperlebar jurang perbedaan antara Ukraina dan sekutunya dengan Rusia.

Yang jelas, dunia menaruh perhatian penuh pada Washington. Hubungan Kyiv–Washington yang sempat renggang sejak Trump kembali ke Gedung Putih kini bersiap menghadapi ujian besar. Ukraina masih sangat bergantung pada pasokan senjata dan intelijen AS, sehingga Zelensky tidak punya pilihan selain mencari titik temu, meski tekanannya begitu besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.