Kontroversi Iklan Swatch di China: Dituding Rasis, Swatch Minta Maaf

AKURAT.CO Sebuah iklan jam tangan Swatch baru-baru ini memicu kontroversi di China. Dalam iklan tersebut, terlihat seorang model pria Asia menarik sudut matanya ke atas dan ke belakang, yang dianggap meniru stereotip rasis “mata sipit”. Adegan ini langsung menuai kecaman luas di media sosial China, di mana banyak warganet menilai Swatch melakukan pelecehan fisik melalui visual kampanye iklan mereka.
Swatch Tarik Iklan dan Sampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi gelombang kritik, Swatch segera menarik iklan tersebut dari seluruh platform global. Pada 16 Agustus 2025, melalui akun resminya di Weibo, perusahaan asal Swiss itu menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Mandarin dan Inggris.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan atau kesalahpahaman yang mungkin ditimbulkan,” tulis Swatch dalam pernyataan resminya. Konten yang dianggap bermasalah juga telah dihapus, termasuk dari Instagram resmi perusahaan.
Swatch Sangat Bergantung pada Pasar China
China merupakan pasar penting bagi Swatch Group, yang juga menaungi merek Omega, Longines, dan Tissot. Pada tahun 2024, sekitar 27 persen penjualan global Swatch berasal dari China, Hong Kong, dan Makau.
Namun, kondisi ekonomi yang menantang membuat penjualan Swatch anjlok 14,6 persen pada 2024, menjadi hanya 6,74 miliar franc Swiss atau sekitar Rp135 triliun. Swatch mengakui adanya “permintaan yang lemah untuk barang-barang konsumen” di pasar China, yang turut menekan kinerja keuangan perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








