Kebakaran Hutan Melanda Eropa Selatan: Yunani, Spanyol, dan Turki dalam Siaga Darurat

AKURAT.CO Gelombang kebakaran hutan semakin meluas di kawasan Eropa Selatan. Yunani, Spanyol, Turki, dan sejumlah negara Balkan menghadapi kobaran api yang terus membesar, diperparah oleh suhu ekstrem dan kekeringan panjang. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas di Spanyol, Turki, dan Albania.
Yunani: Api Dekati Kota Besar, Warga Turun Tangan
Di luar kota pelabuhan Patras, Yunani, petugas pemadam kebakaran berjuang menahan api yang melahap hutan pinus dan kebun zaitun. Kobaran setinggi gedung menjulang di belakang blok apartemen, sementara puluhan kendaraan hangus di sebuah tempat penampungan.
“Hari ini sangat sulit, risiko kebakaran di banyak wilayah masih sangat tinggi,” kata juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Yunani, Vassilis Vathrakoyiannis. Ia menambahkan, setidaknya 15 petugas mengalami luka bakar, gangguan pernapasan akibat asap, atau kelelahan.
Warga setempat ikut membantu memadamkan api dengan ranting pohon dan ember air, sementara pesawat serta helikopter pengebom air terus melintas di atas kota. Namun, sumber daya pemadam terbatas karena kebakaran terjadi di banyak titik, termasuk Pulau Chios dan Zakynthos.
Pemerintah Yunani juga mengirim bantuan ke Albania, yang tengah menghadapi situasi serupa.
Albania: Ledakan Amunisi Perang Dunia II
Di Albania tengah, empat desa dievakuasi setelah kebakaran mendekati bekas depot amunisi militer. Di Korca, dekat perbatasan Yunani, ledakan dari peluru artileri era Perang Dunia II terdengar di tengah kobaran api. Puluhan rumah dilaporkan hangus terbakar.
Seorang pria berusia 80 tahun meninggal di selatan Tirana akibat kebakaran.
Spanyol: Relawan Gugur, Ribuan Warga Mengungsi
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang relawan pemadam kebakaran di wilayah Castile dan León. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sebagian bermalam di pusat evakuasi yang penuh sesak atau tidur di luar ruangan.
Kebakaran juga mengganggu layanan kereta api cepat Madrid–Galicia setelah api mendekati jalur rel. Pemerintah Spanyol meminta bantuan tambahan dari Uni Eropa, termasuk dua pesawat Canadair, untuk berjaga menghadapi cuaca panas dalam beberapa hari ke depan.
Turki: Petugas Kehutanan Tewas di Medan Tugas
Di Turki, seorang pekerja kehutanan tewas dalam kecelakaan truk pemadam saat menangani kebakaran di wilayah selatan. Empat orang lainnya terluka. Sejak akhir Juni, Turki mencatat 18 korban jiwa akibat kebakaran hutan, termasuk relawan dan petugas kehutanan.
Prancis dan Balkan: Panas Ekstrem, Risiko Kebakaran Tinggi
Di Prancis selatan, suhu diperkirakan menembus 42°C selama tiga hari berturut-turut. Pemerintah setempat membatalkan acara publik dan menutup area berisiko tinggi.
Sementara itu, Makedonia Utara melaporkan indikasi pembakaran disengaja yang diduga dilakukan pengembang nakal. Montenegro menjadi salah satu titik fokus bantuan Uni Eropa, dengan medan terjal di dekat ibu kota Podgorica mempersulit upaya pemadaman.
“Bencana alam tidak mengenal batas,” ujar Ljuban Tmusic, Kepala Badan Perlindungan Sipil Montenegro. “Sumber daya yang kami miliki jelas tidak cukup.”
Penyebab dan Tantangan Penanggulangan
Pihak berwenang di sejumlah negara menyebut penyebab kebakaran beragam, mulai dari praktik pertanian ceroboh, kabel listrik tak terawat, hingga sambaran petir di musim panas. Gelombang panas di kawasan Mediterania membuat tanah dan vegetasi kering, sehingga api cepat menyebar.
Uni Eropa terus mengirim bantuan darat dan udara ke negara terdampak, baik anggota maupun non-anggota, demi mengatasi salah satu musim kebakaran terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









