Akurat

Mengapa Alaska Penting bagi Rusia dan Amerika Serikat? Simak Sejarah & Fakta Uniknya

Fitra Iskandar | 14 Agustus 2025, 17:49 WIB
Mengapa Alaska Penting bagi Rusia dan Amerika Serikat? Simak Sejarah & Fakta Uniknya


AKURAT. CO Alaska, negara bagian paling utara di Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan dunia setelah dipilih sebagai lokasi pertemuan terkait penyelesaian konflik di Ukraina, antara Vladimir Putin dan Donald Trump pada 15 Agustus 2025. Wilayah ini bukan hanya memiliki arti strategis, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang menghubungkan Rusia dan Amerika Serikat sejak abad ke-19.

Sejarah Penjualan Alaska dari Rusia ke Amerika Serikat

Pada tahun 1867, Tsar Alexander II menjual Alaska kepada Amerika Serikat seharga 7,2 juta dolar. Saat itu, wilayah ini merupakan koloni Rusia sejak abad ke-18 dan dikenal sebagai pusat perdagangan bulu. Namun, lokasi yang terpencil dan sulit dijangkau membuat eksploitasi ekonominya tidak menguntungkan bagi Rusia.

Penjualan ini awalnya dianggap keputusan tepat oleh Istana Kekaisaran yang tengah mengalami kesulitan keuangan. Namun, pandangan itu berubah ketika ditemukan emas dan minyak di Alaska, menjadikannya salah satu wilayah dengan sumber daya alam paling berharga di Amerika Utara.

Alaska sebagai Simbol Nostalgia Kekaisaran Rusia

Bagi sebagian orang di Rusia, Alaska melambangkan puncak kejayaan ekspansi Tsar yang untuk satu-satunya kali berhasil menyeberangi samudra seperti kekaisaran Eropa. Dalam sejarah Rusia, Alaska menjadi simbol ambisi global yang pernah mereka capai.

Alexander Baunov, peneliti senior di Carnegie Russia Eurasia Center, menyebut bahwa keberadaan Alaska di masa lalu adalah bukti bahwa Rusia pernah memiliki kekuasaan yang melintasi benua.

Pertemuan di Alaska mengingatkan pada era Perang Dingin, ketika pertemuan puncak antara Moskow dan Washington sering menjadi momen penting dalam mencairkan ketegangan global. Menurut ilmuwan politik Rusia, Fyodor Lukyanov, pertemuan ini memiliki simbolisme tinggi karena dilakukan tanpa perantara, layaknya dialog langsung antar kekuatan besar.

Letak geografis Alaska yang jauh dari Eropa dan Tiongkok menjadikannya lokasi unik untuk diplomasi tingkat tinggi.

Meskipun tidak ada indikasi resmi bahwa Rusia ingin merebut kembali Alaska, wacana ini kerap muncul di media dan media sosial Rusia. Pada Juli 2022, Ketua Duma Vyacheslav Volodin menyebut Alaska sebagai “wilayah yang disengketakan” di tengah memanasnya hubungan Rusia–Amerika Serikat setelah invasi ke Ukraina.

Bahkan, Presiden Putin pernah menjawab santai ketika ditanya soal kemungkinan merebut kembali Alaska: “Sayangku, mengapa kau membutuhkan Alaska? Terlalu dingin di sana.”

Kehilangan Alaska telah menjadi bahan meme, lagu, dan lelucon populer di Rusia. Salah satu yang terkenal adalah klaim bahwa “jiwa kita” menderita karena Alaska adalah “tempat tinggal beruang kita”. Grup musik rock Lyube, yang digemari Putin, bahkan pernah memasukkan lirik “Kembalikan tanah Alaska kita” dalam lagu hit tahun 1990-an.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.