Perang Sound System Korea Utara dan Korea Selatan, Adik Perempuan Kim Jong Un Eksis Lagi

AKURAT.CO Perang sound system Korea Utara dan Korea Selatan kembali mencuat setelah keduanya saling lempar klaim terkait bongkar pasang pengeras suara di zona perbatasan. Militer Korea Selatan menyebut pihak utara ikut-ikutan memindahkan sebagian pengeras suara mereka, hanya beberapa hari setelah Seoul melakukan hal serupa demi meredakan ketegangan.
Namun, Pyongyang membantah dan menuding Seoul menyesatkan publik. Bantahan itu menjadi pesan bahwa Korea Utara tidak tertarik melakukan diplomasi damai, setidaknya untuk saat ini.
Ketegangan ini bukan sekadar soal peralatan audio, melainkan simbol perang psikologis yang sudah berlangsung puluhan tahun. Sound system di perbatasan digunakan kedua negara untuk menyiarkan propaganda. Mulai dari lagu K-pop, pesan politik, hingga suara-suara aneh seperti lolongan binatang—yang ditujukan untuk mengganggu dan memengaruhi warga di sisi lain perbatasan.
Sejarah Perang Sound System di Perbatasan Korea
Penggunaan pengeras suara di zona demiliterisasi (DMZ) sudah menjadi taktik klasik kedua Korea sejak era Perang Dingin. Korea Selatan memanfaatkannya untuk memutar musik pop, berita, dan pesan yang mempromosikan kebebasan, sementara Korea Utara membalas dengan siaran pujian untuk rezim Kim dan propaganda anti-Seoul.
Pada Juni 2023, pemerintahan konservatif Korea Selatan sempat menghidupkan kembali siaran harian setelah jeda panjang, sebagai respons atas balon-balon berisi sampah yang diluncurkan Korea Utara. Pyongyang merespons dengan suara bising dan siaran propaganda mereka sendiri. Langkah ini semakin memperkeruh suasana yang sudah tegang akibat program nuklir Korea Utara dan latihan militer gabungan AS–Korea Selatan.
Kim Yo Jong: Wajah Sentral dalam Perang Sound System
Di tengah perang sound system ini, Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, kembali menjadi sorotan. Pejabat senior yang kerap menjadi juru bicara garis keras rezim Pyongyang itu menepis klaim Seoul soal pencopotan sound system dan mengejek harapan Korea Selatan untuk memulai kembali diplomasi.
Kim Yo Jong menegaskan Korea Utara tidak tertarik membuka perundingan dengan Seoul maupun Washington, apalagi di tengah rencana latihan militer gabungan yang disebutnya bukti permusuhan berkelanjutan. Ia juga membantah rumor bahwa Pyongyang memanfaatkan momentum pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim pesan lewat Moskow.
Sikap keras Kim Yo Jong bukan hal baru. Sejak 2019, setelah perundingan nuklir dengan AS gagal, ia kerap muncul sebagai figur yang menyampaikan ultimatum atau komentar pedas terhadap Korea Selatan. Dalam isu perang suara, ia memainkan peran sebagai penegas bahwa pengeras suara di perbatasan adalah instrumen strategis yang tidak akan dilepas begitu saja.
Dengan latihan militer gabungan AS–Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus, para analis memperkirakan Pyongyang akan memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan demonstrasi militernya. Perang sound system pun bisa kembali menjadi salah satu senjata psikologis di tengah hubungan yang semakin renggang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








