Mediasi Trump dan Putin di Alaska: Peluang Damai atau Tekanan Baru bagi Ukraina?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi rencana pertemuan kedua dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang juga direncanakan akan melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pertemuan ini digelar setelah agenda awal di Alaska.
Menurut laporan AFP, Kamis (14/8/2025), Trump dijadwalkan bertemu langsung dengan Putin di Anchorage pada Jumat (15/8). Momen ini menandai pertemuan perdana antara Presiden Rusia dan Presiden AS yang sedang menjabat sejak 2021.
"Jika pertemuan pertama berjalan lancar, kami akan segera mengadakan pertemuan kedua. Saya ingin melakukannya segera, dan kami akan mengadakan pertemuan kedua yang cepat antara Presiden Putin dan Presiden Zelensky dan saya sendiri, jika mereka mengizinkan saya hadir," kata Trump kepada awak media.
Mediasi Perang Rusia-Ukraina
Upaya Donald Trump untuk memediasi akhir perang Rusia-Ukraina—konflik yang telah berkecamuk hampir tiga setengah tahun—mewarnai pertemuan berisiko tinggi ini. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama sekutu Eropa terus menekan Partai Republik di AS agar mendorong terwujudnya gencatan senjata.
Ukraina sendiri dalam posisi rawan seiring semakin intensifnya serangan Rusia dan tidak diundangnya Zelensky ke pertemuan Anchorage. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa Trump dan Putin dapat menyepakati langkah yang menempatkan Ukraina pada posisi harus menerima konsesi yang merugikan.
Trump sendiri memperingatkan bahwa Rusia akan menghadapi "konsekuensi yang sangat berat" bila Putin menolak menghentikan perang usai pembicaraan, tanpa menjelaskan secara rinci bentuk konsekuensi tersebut.
Janji Kampanye Trump dan Tekanan Diplomatik
Sejak kampanye pemilihan presiden 2024, TruDimp berulang kali berjanji akan mengakhiri perang pada hari pertama menjabat. Namun, hingga kini kemajuan mediasi masih minim. Ia juga mengancam memberlakukan "sanksi sekunder" kepada mitra dagang Rusia, tetapi tenggat waktu penerapannya telah berlalu pekan lalu tanpa aksi nyata.
Dalam kesempatan terpisah di Kennedy Center, Washington, Trump menyatakan telah menjalin komunikasi positif dengan para pemimpin Eropa, termasuk Zelensky.
"Saya akan memberi nilai 10. Anda tahu—sangat, sangat bersahabat," katanya.
Sementara, menjelang pertemuan Alaska, Departemen Keuangan AS pada Rabu mengeluarkan izin sementara yang menangguhkan beberapa sanksi terhadap Rusia untuk memfasilitasi kegiatan terkait pertemuan puncak tersebut.
Otorisasi dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) ini berlaku hingga 20 Agustus, memungkinkan sebagian besar transaksi dengan individu Rusia yang dikenai sanksi jika terlibat dalam pertemuan itu.
Seorang juru bicara Departemen Keuangan menjelaskan bahwa kebijakan serupa pernah diterapkan untuk kunjungan diplomatik tingkat tinggi sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









