Akurat

Mengenal Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Diburu AS Melalui Sayembara Rp814 Miliar

Idham Nur Indrajaya | 8 Agustus 2025, 16:07 WIB
Mengenal Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Diburu AS Melalui Sayembara Rp814 Miliar

AKURAT.CO Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, kini masuk dalam daftar buronan paling dicari oleh Amerika Serikat. Bagaimana sosok yang dulu dikenal sebagai sopir bus ini bisa menjelma menjadi pemimpin negara—dan akhirnya jadi target perburuan global? Berikut profil lengkapnya, dari masa awal karier hingga puncak (dan kontroversi) kekuasaan.

Nicolas Maduro Moros bukan berasal dari kalangan elite. Ia lahir pada 23 November 1962 di Caracas, Venezuela, dan memulai kariernya sebagai sopir bus. Namun siapa sangka, dari balik kemudi itulah, ia perlahan menapaki tangga politik yang membawanya ke puncak kekuasaan.

Karier politik Maduro dimulai sebagai aktivis serikat pekerja di perusahaan transportasi umum Caracas. Ia dikenal vokal memperjuangkan hak-hak pekerja, yang kemudian membuatnya dilirik oleh Hugo Chávez, pemimpin revolusioner yang kelak jadi mentornya.


Menjadi Orang Kepercayaan Hugo Chávez

Di bawah pemerintahan Chávez, Nicolas Maduro dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Menteri Luar Negeri dan Wakil Presiden. Loyalitasnya terhadap Chávez menjadi salah satu alasan utama ia ditunjuk sebagai penerus kekuasaan setelah Chávez meninggal dunia pada 2013.

Setelah menang dalam pemilu kontroversial tahun itu, Maduro resmi menjadi Presiden Venezuela dan kembali menang dalam pemilu 2018—yang juga dipenuhi tuduhan kecurangan dan pemboikotan oposisi.


Kontroversi dan Krisis: Masa Pemerintahan Maduro yang Penuh Gejolak

Sejak menjabat, pemerintahan Maduro langsung diwarnai berbagai krisis besar:

  • Krisis ekonomi dan hiperinflasi

  • Kelangkaan pangan dan obat-obatan

  • Eksodus jutaan warga Venezuela ke luar negeri

  • Tuduhan pelanggaran HAM dan represi terhadap oposisi

Banyak pengamat menyebut masa kepemimpinannya sebagai periode “kehancuran institusional”. Ia juga dituduh menggandakan kekuasaan lewat Mahkamah Agung dan militer, mempersempit ruang gerak demokrasi di Venezuela.


Tuduhan Berat dari Amerika Serikat: Narkoba, Kartel, dan Terorisme

Titik balik terbesar dalam karier internasional Maduro datang pada Maret 2020, ketika Jaksa Federal AS secara resmi mengajukan dakwaan terhadap Maduro atas konspirasi penyelundupan kokain.

Menurut AS, Maduro diduga:

  • Berkolaborasi dengan Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa

  • Memimpin jaringan Cartel de los Soles di lingkungan militer

  • Menyalurkan kokain dan fentanyl ke pasar AS

  • Terlibat dalam terorisme narkotik dan pencucian uang


Baca Juga: Jangan Salah Kaprah, Data Pribadi Masyarakat Tidak Diserahkan ke Amerika

Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, Anggota Komisi VII Minta Pemerintah Perkuat Industri Lokal

AS Tawarkan Hadiah Rp814 Miliar untuk Penangkapannya

Kamis, 7 Agustus 2025, pemerintah AS resmi menaikkan hadiah sayembara untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi:

50 juta dolar AS (sekitar Rp814 miliar)

Angka ini naik dua kali lipat dari hadiah sebelumnya sebesar 25 juta dolar, dan jadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pencarian buronan oleh AS.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyebut langkah ini sebagai bagian dari “komitmen menegakkan hukum dan keadilan internasional”.


Respons Maduro dan Dukungan Internasional

Pemerintah Venezuela mengecam keras pengumuman tersebut. Dalam pernyataan resminya, Caracas menyebut tindakan AS sebagai:

“Propaganda politik dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara.”

Meski diburu oleh Washington, Maduro masih punya pendukung kuat di panggung global, termasuk dari Rusia, China, dan Kuba. Dukungan ini menambah kompleksitas diplomatik, membuat tekanan AS tidak selalu efektif.


Penutup: Antara Kekuasaan, Krisis, dan Perburuan Internasional

Nicolas Maduro adalah simbol kekuasaan yang kontroversial di abad ke-21. Dari latar belakang sederhana sebagai sopir bus hingga menjadi presiden dan kini diburu dengan hadiah miliaran rupiah—kisah hidupnya mencerminkan benturan antara ideologi, kekuasaan, dan kepentingan global.

Kalau kamu tertarik mengikuti kisah dramatis Maduro dan perkembangan politik di Amerika Latin, pantau terus update selanjutnya di Akurat.co. 

Baca Juga: Pemecatan Kepala BLS oleh Trump, Dinilai Merusak Kredibilitas Data Tenaga Kerja AS

Baca Juga: KPK Rilis 5 Buronan Kasus Korupsi, Termasuk Harun Masiku dan Paulus Tannos

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.