Iran Tembak Jatuh 44 Drone Israel dalam 48 Jam Terakhir, Peringatkan Balasan Lebih Keras

AKURAT.CO Teheran kembali menjadi sorotan dunia setelah langit kota itu menyala pada Jumat malam, 14 Juni 2025, akibat serangan udara yang dilancarkan Israel.
Serangan tersebut memicu respons cepat dari militer Iran, terutama di wilayah perbatasan yang kini menjadi titik panas ketegangan regional.
Dalam pernyataan resminya pada Ahad, 15 Juni 2025, Komandan Polisi Perbatasan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad-Ali Goudarzi, mengungkapkan bahwa sebanyak 44 unit drone dan quadcopter milik Israel berhasil ditembak jatuh dalam rentang waktu 48 jam terakhir di berbagai kawasan perbatasan.
“Pesawat-pesawat nirawak itu berusaha memasuki wilayah udara Iran di beberapa titik perbatasan, namun berhasil dideteksi dan dihancurkan oleh para penjaga perbatasan yang waspada dan pemberani,” tegas Goudarzi, seperti dikutip oleh PressTV, Minggu (15/06/2025).
Ia juga menegaskan kesiapan penuh pasukan Iran dalam menjaga dan mengontrol seluruh wilayah perbatasan.
“Setiap upaya penyusupan oleh kelompok teroris, geng bersenjata, atau unsur musuh akan mendapat respons yang cepat dan keras,” tambahnya.
Baca Juga: Serangan Israel ke Iran Buat Jemaah Haji Iran Tertahan di Arab Saudi
Situasi ini merupakan lanjutan dari eskalasi yang dimulai pada Jumat dini hari, saat Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah situs militer dan sipil di Teheran serta kota-kota besar lainnya di Iran.
Menanggapi serangan itu, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan operasi balasan besar-besaran bertajuk “True Promise III”.
Operasi tersebut dimulai Jumat malam dengan hujan rudal yang diarahkan ke wilayah pendudukan Palestina, dan berlanjut pada Sabtu malam dengan serangan tambahan berupa rudal dan drone ke sejumlah target strategis militer dan industri di wilayah Israel, termasuk kilang minyak dan jaringan listrik di kota Haifa.
Media lokal melaporkan terjadinya kebakaran di beberapa fasilitas akibat serangan tersebut. Sementara itu, pihak Iran menyatakan bahwa respons mereka belum mencapai puncaknya.
Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Akan Akui Negara Palestina Tanpa Hamas
“Iran telah berikrar untuk memberikan respons yang lebih kuat dan menghancurkan jika rezim Israel melanjutkan agresinya terhadap negara ini,” demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan menyusul gelombang serangan balasan tersebut.
Ketegangan antara kedua negara tampak belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan situasi ini dikhawatirkan dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas jika tidak segera diredakan oleh komunitas internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










