Donald Trump Dikabarkan Akan Akui Negara Palestina Tanpa Hamas

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah menyiapkan deklarasi besar: pengakuan resmi atas berdirinya Negara Palestina, namun tanpa melibatkan kelompok Hamas.
Informasi ini berasal dari sumber diplomatik di kawasan Teluk yang enggan disebutkan namanya.
Dikutip dari Jerusalem Post, Minggu (11/5/2025), sumber tersebut menyebutkan, jika deklarasi ini diumumkan, maka akan menjadi perubahan besar dalam peta kekuasaan politik Timur Tengah.
"Deklarasi ini akan menjadi salah satu yang paling bersejarah, dan berpotensi mendorong lebih banyak negara untuk bergabung dalam Abraham Accords," ungkap sumber tersebut, merujuk pada kesepakatan normalisasi antara Israel dan sejumlah negara Arab.
Trump dijadwalkan menggelar tur kenegaraan ke kawasan Timur Tengah pekan depan, sekaligus menghadiri pertemuan tingkat tinggi Negara Teluk–AS di Riyadh.
Pertemuan tersebut diprediksi akan sarat dengan pengumuman besar, termasuk deklarasi resmi terkait Palestina.
Baca Juga: Kak Seto Tinjau Pendidikan Karakter Siswa di Barak Militer: Tak Langgar Hak Anak
Sejumlah kepala negara dari kawasan Teluk dipastikan hadir, kecuali Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi yang tidak berpartisipasi karena faktor kesehatan.
Sebelumnya, media Israel seperti The New Arab dan Israel Hayom melaporkan bahwa Trump juga mempertimbangkan untuk meluncurkan proposal damai komprehensif terkait konflik di Jalur Gaza.
Mengutip pejabat AS dan Israel, laporan tersebut menyebutkan bahwa rencana Trump bertujuan untuk mengakhiri lebih dari 18 bulan agresi Israel di Gaza.
Proposal ini diyakini akan mencakup pengaturan politik, keamanan, dan pembangunan ulang wilayah tersebut, dengan menegaskan pembentukan pemerintahan Palestina tanpa dominasi Hamas.
Jika rencana ini benar-benar diumumkan, Trump tidak hanya akan mempengaruhi dinamika Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengubah pendekatan internasional terhadap solusi dua negara di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










