Akurat

Kenapa Muncul Asap Hitam di Konklaf 2025? Ini Tanda Paus Baru Belum Terpilih

Kosim Rahman | 8 Mei 2025, 09:46 WIB
Kenapa Muncul Asap Hitam di Konklaf 2025? Ini Tanda Paus Baru Belum Terpilih

AKURAT.CO Konklaf 2025 menjadi sorotan dunia setelah asap hitam mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 21.00 malam waktu Vatikan.

Lantas, apa arti dari asap hitam ini? Kenapa belum ada Paus yang terpilih? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Arti Asap Hitam dalam Konklaf Pemilihan Paus

Berdasarkan laporan dari Vatican News, asap berwarna hitam mulai terlihat mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Rabu malam, 7 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 waktu Vatikan.

Baca Juga: Kapan Hasil Paus Baru Diumumkan? Ini Sederet Tahapan Konklaf yang Sakral dan Rahasia

Asap tersebut menjadi tanda bahwa pemungutan suara pertama dalam konklaf telah berlangsung, namun belum menghasilkan kesepakatan terkait siapa yang akan menjadi Paus baru.

Sebelumnya, banyak yang memperkirakan asap akan keluar sekitar pukul 19.00.

Namun kenyataannya, sekitar 45 ribu orang yang memadati Lapangan Santo Petrus harus menunggu hingga dua jam sebelum akhirnya melihat kepulan asap.

Menariknya, waktu keluarnya asap ini lebih lambat sekitar satu jam dibandingkan dengan saat pemilihan Paus Fransiskus pada tahun 2013.

Ini merupakan hasil dari pemungutan suara hari pertama yang belum membuahkan hasil.

Ribuan pasang mata yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus sekitar 45 ribu orang harus kembali menunggu, karena tanda yang mereka nantikan, yaitu asap putih, belum juga muncul.

Baca Juga: Momen Unik di Istana: Bill Gates Hadiahkan Boneka Ikan Paus ke Kucing Kesayangan Prabowo

Proses Konklaf: Mengapa Asap Bisa Berwarna Hitam?

Asap hitam tidak terbentuk secara alami. Setiap kali para kardinal menyelesaikan sesi pemungutan suara, surat suara yang telah digunakan akan dibakar bersama bahan kimia tertentu.

Kombinasi bahan ini menghasilkan warna asap: hitam jika belum ada Paus terpilih, dan putih jika sudah ada keputusan.

Dalam satu hari, biasanya dilakukan hingga empat putaran pemungutan suara—dua di pagi hari dan dua di sore hari.

Setelah setiap sesi, dunia akan menantikan sinyal asap sebagai bentuk komunikasi resmi dari dalam Kapel Sistina yang tertutup rapat dan dijaga kerahasiaannya secara ketat.

Mengapa Belum Ada Paus Terpilih?

Proses pemilihan Paus bukan sekadar pengambilan suara biasa. Ini adalah ritual yang sakral dan penuh pertimbangan, baik dari sisi rohani maupun geopolitik.

Dari total 135 kardinal yang memenuhi syarat memilih (berusia di bawah 80 tahun), 133 hadir di konklaf tahun ini. Setiap dari mereka membawa harapan umat Katolik dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Kardinal Suharyo Jadi Sorotan di Vatikan, Diserbu Wartawan Internasional Sebagai Calon Paus dari Indonesia

Perlu dicatat, Paus baru membutuhkan setidaknya 89 suara untuk bisa terpilih.

Mengingat komposisi kardinal pemilih yang sangat beragam dari Eropa, Asia, Amerika, hingga Afrika mencapai kesepakatan tentu bukan hal yang mudah dan bisa memakan waktu beberapa hari.

Dunia Masih Menanti Asap Putih

Hingga saat ini, seluruh perhatian dunia masih tertuju ke Roma. Siapa yang akan menggantikan Paus Fransiskus sebagai pemimpin Gereja Katolik ke-267 masih menjadi misteri.

Banyak pihak memperkirakan bahwa Paus baru kemungkinan akan terpilih antara Kamis malam hingga Jumat dini hari, namun belum ada kepastian hingga saat ini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.