Akurat

Kondisi Istanbul Pasca Gempa Bumi 6,2 Magnitudo: Mencekam dan Masyarakat Trauma Kembali ke Tempat Asal

Lufaefi | 25 April 2025, 06:00 WIB
Kondisi Istanbul Pasca Gempa Bumi 6,2 Magnitudo: Mencekam dan Masyarakat Trauma Kembali ke Tempat Asal

AKURAT.CO Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah Istanbul, Turki, pada Rabu (23/4/2025) siang waktu setempat. Hingga kini, belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Laporan sementara dari Satgas Istanbul dan KJRI (Istanbul) belum ada laporan mengenai korban WNI,” ujar Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dalam keterangannya di media, Rabu (23/4/2025).

Berdasarkan data KBRI, terdapat sekitar 2.648 WNI yang tinggal di Istanbul. Dari jumlah itu, 800 orang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) profesional, 776 adalah pelajar, dan sekitar 670 lainnya adalah ibu rumah tangga yang menikah dengan warga lokal. Mayoritas PMI bekerja di sektor perhotelan dan spa.

Gempa dilaporkan berpusat di Laut Marmara, dekat wilayah barat Istanbul. Menurut laporan AFP, guncangan pertama terjadi pada pukul 12.49 siang, diikuti oleh tiga gempa susulan berkekuatan 4,4 hingga 4,9 magnitudo.

Baca Juga: Seismolog Turki: Gempa Istanbul Jadi Sinyal Awal Bencana Lebih Besar

Warga setempat dilaporkan panik dan berhamburan keluar gedung ketika bangunan mulai bergoyang. Mereka tampak sibuk memeriksa ponsel masing-masing untuk mengakses informasi atau menghubungi keluarga.

Otoritas Istanbul menyampaikan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban luka dan jiwa. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang mungkin terdampak gempa.

Sebagai catatan, dua tahun lalu Turki mengalami gempa dahsyat berkekuatan 7,8 magnitudo yang menewaskan lebih dari 50 ribu orang dan melukai lebih dari 107 ribu lainnya di Turki dan Suriah.

Hingga kini, ratusan ribu orang masih tinggal di tempat penampungan sementara akibat bencana tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.