Akurat

Menlu Soal Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Kalau Ada yang Tak Setuju, Berarti 'No Deal'

Siti Nur Azzura | 11 April 2025, 08:08 WIB
Menlu Soal Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Kalau Ada yang Tak Setuju, Berarti 'No Deal'

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan rencana pemerintah mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia akan dilakukan setelah mencapai kesepakatan dari para pemimpin dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan lawatan ke lima negara di Timur Tengah, yakni Persatuan Emirat Arab (PEA), Turki, Mesir, Qatar hingga Yordania, Salah satunya, untuk berkonsultasi mengenai rencana Indonesia membantu rakyat Palestina korban genosida militer Israel di Gaza.

Nantinya, darihasil konsultasi tersebut akan menjadi pertimbangan untuk keputusan terakhirnya mengenai rencana evakuasi ini.

Baca Juga: Menlu Sugiono: Indonesia Tidak Pernah Berniat Relokasi Warga Gaza ke Tanah Air

"Dari situlah kemudian mekanisme-mekanisme yang dijalankan, berdasarkan kesepakatan semua pihak. Jadi harus semuanya sepakat, harus semuanya setuju. Kalau ada yang tidak setuju, kalau ada yang tidak sepakat berarti 'no deal'," kata Sugiono, dikutip Antara, Jumat (11/4/2025).

Dalam kunjungan kenegaraan di Timur Tengah, Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia dalam melakukan upaya perdamaian dan bantuan kemanusiaan yang harus segera dilaksanakan.

Termasuk, mengevakuasi warga Palestina di Jalur Gaza yang mengalami luka-luka, anak yatim-piatu, anak-anak yang mengalami trauma, hingga pelajar Indonesia yang berada di negara tersebut.

Sugiono menegaskan, inisiatif Presiden Prabowo itu bukan untuk merelokasi warga Palestina ke Indonesia secara permanen, namun merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan terhadap para korban.

Di sisi lain, rencana evakuasi itu harus dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan dan mendapat persetujuan seluruh pihak, termasuk Pemerintah Palestina.

Baca Juga: Mensesneg Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Evakuasi Warga Gaza ke RI: Tunggu Arahan Presiden

"Semua ini dilakukan harus sukarela dengan persetujuan dari semua pihak yang ada di Palestina. Jadi kita menyampaikan (bahwa) kita siap jika diinginkan, jika dibutuhkan untuk memberikan bantuan. Kita siap jika dibutuhkan untuk menjadi penampung korban-korban luka, anak yatim, kemudian pelajar-pelajar untuk dirawat di Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, solidaritas Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan seutuhnya untuk Palestina tidak pernah berubah dan tetap konsisten.

Namun, Presiden Prabowo ingin melakukan sejumlah upaya dan pemberian bantuan yang lebih aktif guna menyelesaikan konflik di Palestina, serta mencari jalan perdamaian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.