Akurat

Sukamta ke Prabowo: Tekan Trump agar Israel Patuh Gencatan Senjata!

Paskalis Rubedanto | 21 Oktober 2025, 17:49 WIB
Sukamta ke Prabowo: Tekan Trump agar Israel Patuh Gencatan Senjata!

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah aktif dalam mendorong Amerika Serikat menekan Israel agar mematuhi gencatan senjata dan menghentikan seluruh bentuk serangan terhadap Palestina.

“Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo, perlu mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menekan Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata dan tidak lagi melakukan penyerangan,” ujar Sukamta, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, pernyataan Presiden Trump yang menyebut “perang telah berakhir” harus dibuktikan dengan tindakan nyata.

“Statement Presiden Trump tempo hari jangan hanya omong kosong. Akuilah kemerdekaan Palestina secara penuh,” tegasnya.

Sukamta mengecam keras tindakan Israel yang terus menembaki wilayah Gaza meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Ia menilai pelanggaran tersebut menunjukkan tidak adanya penghormatan Israel terhadap nyawa warga sipil Palestina, bahkan di tengah proses transisi menuju perdamaian.

“Gencatan senjata telah terciderai oleh ulah Israel yang masih menembaki warga Gaza dengan alasan melanggar batas. Tentara Israel begitu ringan tangan menembak warga sipil,” ujarnya.

Pemerintah Gaza sebelumnya melaporkan sedikitnya 97 warga Palestina tewas dan 230 orang luka-luka sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu.

Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut Israel telah melakukan 80 pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Baca Juga: Rano Karno Buka TOD Forum 2025: Jakarta Bergerak Maju Tanpa Menanggalkan Sejarahnya

Sukamta juga menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan melakukan pelucutan senjata terhadap Hamas jika kelompok itu tidak menyerahkan seluruh persenjataannya pada fase awal perdamaian.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak adil mengingat Israel justru masih terus melakukan penyerangan.

“Nyawa warga Gaza seperti tidak ada nilainya di mata Israel. Dengan kondisi seperti ini, tentu sangat tidak fair jika pihak Hamas yang justru diminta melucuti senjata, Mr. Trump,” kata anggota DPR dari Fraksi PKS itu.

Ia menilai, menuntut pelucutan senjata tanpa jaminan keamanan bagi warga Palestina hanya akan memperburuk situasi.

“Tanpa adanya jaminan keamanan, proses perdamaian akan sulit bahkan mustahil terwujud. Polisi saja tidak cukup,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sukamta menegaskan bahwa kemerdekaan penuh bagi Palestina merupakan syarat mutlak untuk menciptakan perdamaian sejati. Dengan kedaulatan penuh, Palestina dapat membentuk pemerintahan dan militer nasionalnya sendiri.

“Termasuk membentuk tentara nasional yang menjaga kedaulatannya. Ketika Palestina merdeka dan memiliki angkatan perang sendiri, Hamas dengan rela akan menyerahkan senjatanya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung prinsip si vis pacem, para bellum, jika ingin damai, bersiaplah untuk berperang, yang menurutnya menggambarkan pentingnya kekuatan militer sebagai penjaga kedaulatan.

“Militer yang kuat membuat negara lain berpikir ulang untuk bertindak sewenang-wenang,” tambah Sukamta.

Selain itu, Sukamta menyoroti proses pertukaran sandera antara Hamas dan Israel yang dinilainya memperlihatkan kebiadaban Israel terhadap tahanan Palestina.

Baca Juga: Barcelona vs Olimpiakos: Hansi Flick Berpeluang Turunkan Marcus Rashford sebagai Penyerang Tengah

“Dalam pertukaran sandera yang baru tahap awal saja, jenazah yang diterima pihak Palestina menunjukkan tanda-tanda penyiksaan berat. Ini bukti nyata betapa biadabnya Israel memperlakukan sandera,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan serangan Israel ke Gaza belakangan ini bisa jadi upaya untuk menutupi kejahatan kemanusiaan terhadap para sandera tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.