Akurat

Kabar Gembira, BAZNAS Collab Bareng Palestina Pasca Gencatan Senjata

Ahada Ramadhana | 19 Maret 2025, 13:28 WIB
Kabar Gembira, BAZNAS Collab Bareng Palestina Pasca Gencatan Senjata

AKURAT.CO Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap mengembangkan kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah Palestina khususnya dalam program rekonstruksi Gaza pasca gencatan senjata.

Hal ini diungkapkan Ketua BAZNAS RI Noor Achmad saat menerima kunjungan Penasihat Presiden untuk Urusan Agama, Hubungan Islam, dan Menteri Hakim Negara Palestina, H.E. Dr. Mahmoud Al-Habbash, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (18/3/2025). 

"Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan dalam bentuk darurat, tetapi juga dalam jangka panjang. Kami ingin melihat masyarakat Palestina bisa lebih berdaya, mandiri, dan memiliki akses terhadap pendidikan serta layanan kesehatan yang layak, BAZNAS siap membantu program rekonstruksi Gaza, untuk membangun masjid, sekolah dan rumah sakit," jelasnya.

Baca Juga: BAZNAS Sediakan 30 Program Ramadhan untuk 1,1 Juta Mustahik

Ia mengatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi dalam pengiriman bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina.

Dalam hal ini, dia menekankan dukungan untuk Palestina merupakan bagian dari komitmen umat Islam Indonesia dalam membantu saudara-saudara yang tengah mengalami kesulitan.

"Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang erat, baik secara historis maupun emosional. Oleh karena itu, BAZNAS RI bersama masyarakat Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina, baik melalui bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun program sosial lainnya," ujarnya.

Kiai Noor juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyaluran bantuan agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kami memastikan bahwa setiap bantuan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS RI sampai langsung kepada masyarakat Palestina. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," tambahnya.

Selain itu, KIAI Noor berharap dalam waktu dekat BAZNAS RI dapat mengirimkan tim langsung ke Palestina guna memastikan efektivitas dan transparansi program bantuan kemanusiaan yang diberikan.

Baca Juga: Erdogan Apresiasi Ketegasan Prabowo dalam Membela Palestina

Sementara itu, Menteri Hakim Negara Palestina, H.E. Dr. Mahmoud Al-Habbash, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan oleh Indonesia, termasuk BAZNAS RI.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang terus berkomitmen membantu kami sejak awal sampai saat sekarang ini, dan untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi lebih intensif sehingga kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat Palestina bisa dipenuhi dengan cara yang transparan dan cepat, tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang disalahgunakan, semuanya untuk masyarakat Palestina," ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan Indonesia untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Presiden Palestina menunjuk saya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk menggalang kepedulian dan dukungan internasional agar warga Gaza tetap berada di tanah airnya. Inilah mengapa saya hadir di sini, untuk menjalin komunikasi yang intens dengan Indonesia, dengan BAZNAS, agar bantuan-bantuan dari Indonesia untuk masyarakat Palestina tidak disalahgunakan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Selain itu, Dr. Al-Habbash juga mengundang BAZNAS RI untuk melihat langsung kondisi masyarakat Palestina dan memperkuat sinergi dalam distribusi bantuan.

"Kami siap memperkuat kerja sama dengan pihak Indonesia, termasuk BAZNAS. Kami akan menyambut baik jika pihak Indonesia, pihak BAZNAS, nanti dapat hadir di Palestina, bersama-sama dengan kami melihat realita yang terjadi di sana, dan kami akan siap memfasilitasi apapun yang dibutuhkan di sana," tambahnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.