Imbas Kebakaran Hutan di Los Angeles, Kantor TikTok di California Ditutup

AKURAT.CO Kebakaran hutan besar-besaran melanda wilayah Los Angeles, membakar lebih dari 45 mil persegi, menghancurkan lebih dari 1.300 bangunan dan memaksa hampir 180.000 orang mengungsi.
TikTok tetap menutup kantor mereka di Culver City, California, karena pemadaman listrik. Namun, meminta karyawan untuk bekerja dari rumah atau menggunakan cuti pribadi jika tidak memungkinkan.
Meski kantor TikTok tidak termasuk dalam area evakuasi, banyak karyawan terkena dampak langsung kebakaran ini, seperti kehilangan listrik dan Wi-Fi. Beberapa bahkan berada di bawah perintah evakuasi.
Baca Juga: Masih Berada di Los Angeles, Nikita Willy Aman dari Kebakaran
Sayangnya, TikTok meminta karyawan yang tidak dapat bekerja dari rumah untuk menggunakan jatah cuti sakit atau pribadi mereka, kebijakan yang memicu keluhan karena dianggap tidak memadai menghadapi situasi darurat ini.
Dalam pesan internalnya, TikTok menyebutkan bahwa kantor akan tetap tutup hingga 12 Januari. Namun, karyawan diinstruksikan untuk tetap bekerja dari rumah.
TikTok juga menyediakan sumber daya seperti portal kesejahteraan mental dan sesi konseling gratis untuk membantu karyawan yang terdampak.
Karyawan yang tidak dapat bekerja dari rumah karena listrik atau Wi-Fi diminta menggunakan cuti pribadi, yang biasanya digunakan untuk sakit atau kondisi darurat lain.
Jika jatah cuti habis, mereka diperbolehkan meminjam dari alokasi tahun depan atau menggunakan jatah cuti liburan. Kebijakan ini menuai kritik, terutama mengingat bencana yang tengah berlangsung.
Banyak karyawan melaporkan rumah mereka tanpa listrik atau menghadapi kualitas udara buruk akibat asap kebakaran. Beberapa khawatir menggunakan daya baterai perangkat atau bahan bakar generator hanya untuk bekerja.
Baca Juga: Elon Musk dan Donald Trump Dituding Sebarkan Disinformasi Saat Kebakaran Hebat di Los Angeles
TikTok menanggapi isu ini dengan menyebut kebijakan tersebut sebagai kesalahpahaman. Dikutip dari Techcrunch.com, Sabtu (11/1/2025), perusahaan menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan karyawan adalah prioritas utama.
"Kami juga menyadari tantangan unik yang mungkin ditimbulkan oleh situasi ini dan berkomitmen untuk mendukung tim kami dengan fleksibilitas jika mereka tidak dapat bekerja dari jarak jauh saat ini," kata juru bicara TikTok.
Meski demikian, laporan internal menunjukkan kebijakan ini tetap membebani karyawan. TikTok juga disebut mengaktifkan fitur khusus untuk memonitor tangkapan layar komunikasi internal, langkah yang menuai sorotan lebih lanjut terkait transparansi perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






