Korban Kebakaran Kompleks Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 128 Orang, 200 Masih Hilang

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar di sebuah kompleks apartemen di Tai Po, Hong Kong, meningkat menjadi 128 orang. Otoritas setempat pada Jumat (28/11) menyebut masih ada sekitar 200 orang yang belum ditemukan.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu lalu itu dengan cepat menyebar di kompleks perumahan publik tersebut dan menjebak banyak penghuni di dalam gedung. Pemerintah memperingatkan jumlah korban kemungkinan bertambah karena proses pencarian masih berlangsung.
Dalam pemeriksaan awal, Direktur Layanan Kebakaran Hong Kong, Andy Yeung, mengungkapkan seluruh alarm kebakaran di delapan gedung kompleks tersebut ditemukan tidak berfungsi. Belum dipastikan apakah sistem tersebut juga tidak aktif saat kebakaran terjadi. Sejumlah warga sebelumnya mengatakan alarm kebakaran tidak menyala saat insiden berlangsung.
“Temuan ini akan ditindak secara hukum,” ujar Yeung.
Delapan Orang Ditangkap
Sebanyak delapan orang ditangkap pada Jumat sebagai bagian dari penyelidikan, termasuk dua direktur perusahaan konsultan pemeliharaan, dua manajer proyek pengawas renovasi, tiga subkontraktor perancah, dan satu perantara. Awal pekan ini, tiga pekerja konstruksi juga ditahan atas dugaan kelalaian berat.
Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran diperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga empat pekan. Polisi juga sedang menyelidiki penyebaran api yang cepat dari satu gedung ke gedung lain, sehingga mengubah kebakaran awal menjadi serangkaian kebakaran besar di beberapa lantai secara bersamaan.
Renovasi Diduga Jadi Pemicu
Kompleks Wang Fuk Court, yang dihuni lebih dari 4.000 orang—banyak di antaranya lansia—sedang dalam proses renovasi ketika kebakaran terjadi. Seluruh gedung ditutupi perancah bambu dan jaring pelindung hijau.
Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, mengatakan api diduga bermula dari lantai bawah Blok 6 sebelum menjalar melalui jaring pelindung dan papan polistirena yang mudah terbakar.
“Api membakar jaring pelindung dan menyebar ke papan polistirena di sekitar jendela sehingga api merambat ke lantai dan bangunan lain,” katanya.
Temperatur di dalam gedung saat kebakaran disebut mencapai lebih dari 500 derajat Celsius, membuat proses pemadaman semakin sulit. Beberapa unit bahkan dilaporkan kembali terbakar setelah api berhasil dipadamkan.
Pemerintah Beri Bantuan Korban
Pemerintah Hong Kong menetapkan bantuan HK$200.000 (sekitar Rp405 juta) bagi keluarga korban meninggal. Sementara keluarga terdampak akan menerima tunjangan hidup sebesar HK$50.000 (sekitar Rp102 juta) mulai pekan depan.
Hong Kong juga bekerja sama dengan Konsulat Indonesia dan Filipina karena sejumlah pekerja migran diketahui tinggal di gedung tersebut sesuai kontrak kerja.
Jenazah warga asing yang menjadi korban akan diidentifikasi dan dipulangkan, sementara pemerintah menyiapkan tempat tinggal sementara bagi pekerja rumah tangga yang selamat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag





