Israel Lancarkan Serangan Udara ke Iran, Ketegangan Regional Meningkat

AKURAT.CO Pada Sabtu pagi (26/10/2024), Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer di Iran sebagai respons atas serangan rudal yang dilepaskan Iran ke wilayah Israel beberapa waktu lalu. Serangan tersebut memicu reaksi keras di Iran, di mana banyak warga meluapkan kemarahan dan frustrasi mereka melalui media sosial.
Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, memperburuk situasi ekonomi di Iran yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi krisis. Menurut laporan dari IranWire, sebuah platform berita yang dioperasikan oleh jurnalis Iran di pengasingan, mata uang nasional Iran, rial, mengalami penurunan drastis di tengah kekhawatiran mengenai eskalasi konflik dengan Israel.
Keprihatinan terhadap potensi perang regional tidak hanya mengguncang pasar Iran tetapi juga mempengaruhi pasar global. Penurunan nilai tukar rial terhadap dolar menjadi yang terburuk dalam sejarah Iran, memperburuk krisis ekonomi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Semua WNI di Iran dalam Kondisi Aman
Sementara itu, inflasi di Iran mengalami lonjakan signifikan. Data resmi menunjukkan bahwa tingkat inflasi meningkat hingga 33% selama setahun terakhir, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam. Para ahli memprediksi tren kenaikan harga akan berlanjut, memperburuk beban hidup warga Iran.
Selain inflasi, kemiskinan di negara tersebut juga semakin meluas. Parlemen Iran melaporkan bahwa selama lima tahun terakhir, persentase warga yang hidup di bawah garis kemiskinan terus meningkat. Saat ini, sekitar sepertiga dari populasi Iran tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan penghasilan yang dimiliki.
Warga Iran menghadapi situasi ekonomi yang semakin sulit di tengah kebuntuan politik dan ketegangan internasional. Banyak dari mereka merasa pemerintah tidak mampu menangani krisis ini, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal seperti sanksi internasional dan konflik regional.
Serangan udara Israel ini dikhawatirkan akan memicu reaksi balasan dari Iran, meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Beberapa pengamat memperingatkan bahwa ketegangan tersebut bisa merembet dan mempengaruhi negara-negara tetangga.
Baca Juga: Iran Usulkan Pembentukan Parlemen Al-Quran untuk Negara-negara Islam
Selain tekanan politik dan ekonomi, masyarakat Iran juga berhadapan dengan ketidakpastian terkait masa depan. Gelombang demonstrasi terkait krisis ekonomi dan kebijakan pemerintah diperkirakan akan semakin intensif jika kondisi tidak segera membaik.
Situasi yang berkembang cepat ini menjadi perhatian internasional, terutama di kalangan negara-negara Barat dan PBB. Beberapa negara mendesak agar kedua pihak menahan diri dan mencari solusi diplomatik untuk menghindari perang yang lebih besar.
Krisis ini memperlihatkan bahwa konflik bersenjata tidak hanya menimbulkan kerugian di medan perang tetapi juga memperdalam penderitaan ekonomi warga sipil. Baik Israel maupun Iran kini berada di persimpangan jalan, di mana keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan dapat menentukan nasib kawasan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










