Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Perintahkan Serangan Rudal ke Israel

AKURAT.CO Iran melancarkan serangan besar terhadap Israel dengan menembakkan 180 rudal balistik, pada Selasa (1/10/2024).
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa serangan ini dilakukan untuk melindungi kepentingan warganya.
Meskipun rudal-rudal tersebut memasuki wilayah udara Israel, sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel yang didukung oleh Amerika Serikat dan Yordania sebelum mencapai target.
Dikutip dari Reuters. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara langsung memerintahkan serangan rudal tersebut.
Lebih lanjut, berikut profil Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang memerintahkan serangan rudal balistik ke Israel.
Baca Juga: Deflasi 5 Bulan Beruntun, Menko Airlangga: Sinyal Positif ke Ekonomi Indonesia
Profil Ayatollah Ali Khamenei
Menurut laporan dari Iran Primer, Ayatollah Ali Khamenei telah menjadi Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989.
Lahir di Mashhad, Iran, pada 19 Juli 1939, Khamenei mulai mendalami agama sejak usia 11 tahun, menempuh pendidikan di seminari di Mashhad, Najaf, dan Qom.
Sebagai pejabat tertinggi negara, ia menjabat sebagai panglima angkatan bersenjata dan marja (otoritas agama) yang dihormati oleh kaum Syiah.
Khamenei memiliki kekuasaan politik yang sangat besar, melebihi presiden Iran, dan dikenal sebagai pendukung utama Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan dinasti Pahlavi.
Pada 1976, Khamenei bertemu dengan Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran dan menjadi orang kepercayaannya serta berperan dalam melawan rezim Shah.
Selama masa ini, dia sempat ditangkap enam kali oleh pemerintah Pahlavi dan diasingkan selama tiga tahun.
Setelah Revolusi Iran, Khamenei menjabat dalam berbagai posisi penting termasuk anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran, dan Wakil Menteri Pertahanan.
Dia juga terpilih sebagai wakil Teheran di parlemen dan menjabat sebagai presiden Iran selama dua periode.
Setelah wafatnya Khomeini pada 1989, Khamenei dipilih oleh Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran kedua.
Sebagai Pemimpin Tertinggi, dia memiliki kendali langsung maupun tidak langsung atas eksekutif, legislatif, yudikatif, militer, dan media di Iran.
Ia juga menentukan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.
Khamenei dikenal sebagai tokoh keras dan konservatif dalam isu-isu terkait Islam, hak asasi manusia, demokrasi, dan hubungan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









