Akurat

Hizbullah Siap Hadapi Invasi Darat Israel

Mukodah | 1 Oktober 2024, 08:46 WIB
Hizbullah Siap Hadapi Invasi Darat Israel

AKURAT.CO Pejuang Hizbullah menyatakan siap menghadapi invasi darat Israel ke wilayah Lebanon.

Wakil pemimpin kelompok itu Naim Qassem menyampaikannya dalam pidato publik pertamanya sejak Israel membunuh pemimpinnya Hassan Nasrallah minggu lalu.

Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan mencapai tujuannya di Lebanon.

"Kami akan menghadapi kemungkinan apapun dan kami siap jika Israel memutuskan untuk masuk melalui darat dan pasukan perlawanan siap untuk pertempuran darat," katanya dalam pidato dari lokasi yang dirahasiakan pada Senin (30/9/2024), seperti dilansir The New Arab.

Qassem berbicara saat serangan udara Israel terhadap target di Beirut dan tempat-tempat lain di Lebanon terus berlanjut.

Serangan terbaru memperpanjang gelombang konflik selama dua minggu yang telah menewaskan, tak hanya beberapa komandan Hizbullah, tetapi juga sekitar 1.000 warga sipil.

Baca Juga: Ada Tulang Manusia di Pinggir Tol Serpong Tangsel, Polisi Periksa Dua Saksi

Serangan Israel ke Lebanon juga memaksa satu juta orang meninggalkan rumah mereka.

Kerugian itu merupakan yang terbesar bagi Hizbullah sejak Garda Revolusi Iran membentuk kelompok itu di tahun 1982 untuk melawan invasi Israel ke Lebanon.

Nasrallah telah membangunnya menjadi kekuatan militer dan politik Lebanon yang paling kuat, dengan pengaruh luas di Timur Tengah.

Lebanon kini menghadapi tantangan untuk mengganti seorang pemimpin besar yang merupakan pahlawan bagi para pendukungnya.

Nasrallah dikenal karena kuatnya dalam menentang Israel, meski negara-negara Barat menudingnya sebagai dalang teroris.

"Kami akan memilih sekretaris jenderal untuk partai tersebut pada kesempatan paling awal. Dan kami akan mengisi kepemimpinan dan posisi secara permanen," kata Qassem.

Baca Juga: Anniversary, Lavalen Luncurkan Dua Treatment Baru, Inovatif untuk Kecantikan

Hingga saat ini, para pejuang Hizbullah terus menembakkan roket sejauh 150 kilometer ke wilayah Israel dan siap menghadapi adanya serangan darat dari tentara Zionis.

"Apa yang kami lakukan adalah hal yang paling minimum. Kami tahu bahwa pertempuran itu mungkin akan berlangsung lama," ujar Qassem.

"Kami akan menang, seperti yang kami menangkan dalam pembebasan tahun 2006 dalam menghadapi musuh Israel," jelasnya menambahkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, mengatakan bahwa pemerintahnya siap sepenuhnya menerapkan Resolusi PBB yang bertujuan mengakhiri keberadaan bersenjata Hizbullah di selatan Sungai Litani, sebagai bagian dari perjanjian untuk menghentikan perang dengan Israel.

Mikati menuturkan, tentara Lebanon dapat dikerahkan ke selatan sungai, yang terletak sekitar 30 kilometer dari perbatasan selatan negara itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK