Akurat

Viral! Fakta Terbaru Sosok Ryan Wesley Routh Tersangka Penembakan Lapangan Golf Trump

Sulthony Hasanuddin | 16 September 2024, 16:27 WIB
Viral! Fakta Terbaru Sosok Ryan Wesley Routh Tersangka Penembakan Lapangan Golf Trump

AKURAT.CO Seorang pria bersenjata mencoba membunuh kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, di lapangan golf Trump di Palm Beach, Florida, Minggu lalu.

CNN, Fox News, dan The New York Times mengidentifikasi tersangka sebagai Ryan Wesley Routh (58) dari Hawaii.

Lebih lanjut, berikut mengenai sosok Ryan Wesley Routh tersangka pembunuhan Donald Trump.

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Man City Bertahan di Puncak, Liverpool Turun ke Posisi 4

Penemuan Senjata di Semak-semak

Secret Service menyatakan bahwa agennya sedang mendampingi Trump di lapangan golf ketika salah satu agen yang mengamankan area depan melihat laras senjata di balik semak-semak di dekat perbatasan properti.

Beberapa agen terlibat dalam baku tembak dengan pelaku, menembakkan setidaknya empat peluru.

Pelaku kemudian menjatuhkan senapan AK-47, dua ransel, kamera GoPro, serta barang-barang lain, lalu melarikan diri menggunakan mobil Nissan hitam.

Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, mengatakan bahwa seorang saksi berhasil mengambil foto mobil pelaku beserta nomor platnya dan menyerahkannya kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Babak Belur Digempur Produk China, AS Bikin Aturan Baru

Tak lama setelah itu, deputi sheriff di Martin County yang bersebelahan menghentikan tersangka di Interstate 95 dan menangkapnya.

Postingan di Media Sosial Tentang Ukraina dan Demokrasi

Diketahui Reuters menemukan profil di X (dahulu Twitter), Facebook, dan LinkedIn atas nama Ryan Routh. Akses publik ke profil di Facebook dan X tersebut dihapus beberapa jam setelah penembakan.

Ketiga akun yang menggunakan nama Routh menunjukkan bahwa ia adalah pendukung kuat Ukraina dalam perang melawan Rusia.

"Saya ingin membeli roket darimu. Saya ingin memuatnya dengan hulu ledak untuk bunker tepi laut milik Putin di Laut Hitam dan mengakhirinya. Bisakah kamu memberikan harga?" tulisnya pada 21 April ke Elon Musk di X.

Baca Juga: Dasco Jadi Ketua Dewan Pembina Tim Pemenangan Rido, Targetkan Menang Satu Putaran

The New York Times melaporkan bahwa mereka pernah mewawancarai Routh pada tahun 2023 untuk artikel tentang orang Amerika yang menjadi sukarelawan membantu upaya perang Ukraina.

Routh mengatakan kepada Times bahwa ia pernah pergi ke Ukraina dan menghabiskan beberapa bulan di sana pada 2022, serta mencoba merekrut tentara Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban untuk berperang di Ukraina.

Pada tahun 2020, di X, Routh menyatakan dukungannya terhadap kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, dan mengejek Joe Biden sebagai "sleepy Joe."

Awal tahun ini, Routh menandai Biden dalam sebuah unggahan di X.

"@POTUS Kampanye Anda harus diberi nama seperti KADAF. Keep America democratic and free. Kampanye Trump harus MASA ...make Americans slaves again master. Demokrasi ada di surat suara dan kita tidak bisa kalah," tulisnya dikutip Senin (16/9/2024).

Putra tersangka penembakan, Adam, saat dihubungi oleh Reuters di toko peralatan tempat ia bekerja di Hawaii, mengatakan bahwa ia belum mendengar tentang percobaan pembunuhan Trump dan tidak memiliki informasi lebih lanjut, menambahkan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang ia yakini akan dilakukan ayahnya.

Belakangan, reporter Reuters menelepon kembali ke toko tersebut dan seorang rekan kerja mengatakan bahwa Adam sudah pulang karena ada keadaan darurat.

Baca Juga: Bikin Rumah Sendiri Dikenai Pajak 2,4 Persen Mulai 2025, Begini Kriterianya

Putra Routh lainnya, Oran, dalam pernyataan kepada CNN mengatakan, "Saya tidak memiliki komentar selain gambaran karakter bahwa dia adalah seorang ayah yang penyayang dan perhatian ... Saya tidak tahu apa yang terjadi di Florida, dan saya berharap semuanya hanya dibesar-besarkan."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.