Akurat

WHO: Wabah Mpox di Afrika Diperkirakan Berakhir dalam 6 Bulan

Petrus C. Vianney | 2 September 2024, 16:55 WIB
WHO: Wabah Mpox di Afrika Diperkirakan Berakhir dalam 6 Bulan

AKURAT.CO Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa wabah mpox di Afrika dapat dihentikan dalam waktu enam bulan.

Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (30/8/2024), bersamaan dengan pengumuman bahwa pengiriman vaksin pertama akan tiba di Kongo dalam beberapa hari.

Hingga saat ini, Afrika baru menerima sebagian kecil vaksin yang dibutuhkan untuk menghentikan penyebaran mpox, dengan Kongo mencatatkan lebih dari 18.000 kasus yang dicurigai dan 629 kematian.

"Dengan kepemimpinan pemerintah dan kerja sama yang erat antara mitra, kami percaya kami dapat menghentikan wabah ini dalam enam bulan ke depan," kata Tedros Adhanom, dikutip dari Apnews.com, Minggu (1/9/2024).

Meskipun kasus mpox meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir, Tedros mencatat bahwa jumlah kematian relatif rendah.

WHO melaporkan ada 258 kasus mpox versi terbaru yang telah teridentifikasi di berbagai negara, termasuk Burundi, Rwanda, Kenya, Uganda, Swedia dan Thailand.

Pada awal bulan ini, WHO menetapkan wabah mpox di Afrika sebagai keadaan darurat global, dengan harapan mendorong respons global yang lebih kuat.

Wabah ini telah menyebar tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun di Afrika, termasuk di Nigeria. Pada Mei, ilmuwan menemukan varian baru mpox di Kongo yang diyakini lebih mudah menyebar.

Mpox, yang juga dikenal sebagai monkeypox, adalah penyakit yang terkait dengan cacar tetapi umumnya menimbulkan gejala yang lebih ringan, seperti demam, sakit kepala dan nyeri tubuh.

Dalam kasus yang parah, pasien dapat mengalami luka dan lepuh yang menyakitkan di berbagai bagian tubuh.

WHO memperkirakan sekitar 230.000 vaksin akan segera dikirim ke Kongo dan negara-negara lain yang terdampak.

Selain itu, WHO juga merancang kampanye pendidikan untuk meningkatkan kesadaran tentang cara mencegah penyebaran mpox.

Maria Van Kerkhove, Kepala Departemen Penyakit Epidemi dan Pandemi WHO, menyatakan bahwa WHO sedang bekerja untuk mempercepat akses vaksin ke negara-negara terdampak, meskipun pasokan yang tersedia masih terbatas.

Sebelumnya, ilmuwan telah menyatakan bahwa tanpa pemahaman yang lebih baik tentang penyebaran mpox di Afrika, penggunaan vaksin mungkin kurang efektif.

Awal pekan ini, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mengungkapkan bahwa benua ini diharapkan menerima sekitar 380.000 dosis vaksin mpox yang dijanjikan oleh donor, termasuk AS dan Uni Eropa.

Namun, jumlah tersebut hanya sekitar 15 persen dari dosis yang diperlukan untuk menghentikan wabah mpox di Kongo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.