Profil Tim Walz, Gubernur Minnesota yang Ditunjuk Sebagai Cawapres Kamala Harris

AKURAT.CO Calon Presiden AS, Kamala Harris resmi menunjuk Gubernur Minnesota, Tim Walz sebagai calon wakil presidennya dalam pemilihan umum November mendatang melawan capres dari partai Donald Trump.
Penunjukkan Tim Walz sebagai cawapres Kamala Harris telah diumumkan oleh Partai Demokrat pada Selasa (6/8/2024) lalu.
Baca Juga: AS Dibayangi Resesi, Harga Minyak Global Terjun 1 Persen
Kamala Harris juga menyatakan rasa bangganya atas pemilihan Tim Walz sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu Presiden AS mendatang melalui akun media sosialnya.
"Saya bangga mengumumkan bahwa saya telah meminta @Tim_Walz untuk menjadi pasangan saya," ungkap Harris di X, saat mengumumkan hal tersebut sebelum rapat umum di Philadelphia, Pennsylvania, dikutip Rabu (7/8/2024).
"Sebagai seorang gubernur, pelatih, guru, dan veteran, dia telah mengabdi untuk keluarga pekerja seperti keluarganya," tuturnya.
Lantas, siapakah sosok Tim Walz? Berikut ini informasi selengkapnya tentang Cawapres Kamala Harris.
Profil Tim Walz
Tim Walz lahir pada 6 April 1964 di pedesaan Nebraska. Ia adalah Gubernur Minnesota yang telah menjabat selama dua periode.
Tim Walz pertama kali terpilih sebagai gubernur pada tahun 2018 dan kemudian memenangkan masa jabatan kedua pada tahun 2022.
Sebagai Gubernur, Tim Walz meluncurkan program untuk menjadikan Minnesota sebagai negara bagian terbaik di Amerika Serikat untuk membesarkan keluarga. Banyak dari program tersebut berfokus pada peningkatan kesejahteraan anak-anak.
Tim Walz pernah berkuliah di Chadron State College dengan gelar ilmu sosial pada tahun 1989.
Sebelum beralih ke tugas penuh waktu di Garda Nasional Angkatan Darat, ia menghabiskan satu tahun mengajar di luar negeri, di mana ia juga melatih di sekolah menengah.
Di sekolah tempat ia mengajar, Walz bertemu dengan istrinya. Mereka pindah ke Mankato pada tahun 1996, di mana Walz mengajar di Mankato West High School.
Setelah 24 tahun bertugas di Garda Nasional Angkatan Darat, Sersan Mayor Walz pensiun dari Batalyon Artileri Medan ke-1-125 pada 2005.
Pada 2006, Walz memenangkan pemilihan pertamanya ke DPR AS dan terpilih kembali untuk lima periode berikutnya, mewakili Distrik Kongres Pertama Minnesota di Minnesota Selatan.
Di sisi lain, Gubernur Minnesota tersebut pernah menjadi sorotan karena program ekonomi hijaunya.
Pada 2023, Walz mengesahkan undang-undang yang mewajibkan perusahaan listrik di negaranya untuk menggunakan atau memperoleh energi bebas karbon untuk 80 persen dari penjualan ritel pada tahun 2030.
Persyaratan ini akan meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2040, dengan ketentuan bahwa 55 persen dari seluruh penjualan listrik ritel harus berasal dari sumber energi yang memenuhi syarat pada tahun 2035.
Namun, program ini justru dianggap dapat menyebabkan kekurangan kapasitas pada jaringan listrik, serta berpotensi memicu pemadaman akibat fluktuasi dari sumber energi angin dan matahari.
Sepanjang karier pemerintahannya, Walz juga terlibat dalam beberapa kontroversi, termasuk kritik terhadap penanganannya dalam insiden pembunuhan George Floyd pada tahun 2020.
Menurut Fox News, penanganan Walz terhadap kerusuhan di Minneapolis dianggap gagal dan menjadi titik terendah dalam masa jabatannya sebagai gubernur.
Baca Juga: AS Memperingatkan Iran dan Israel untuk Tidak Meningkatkan Konflik di Timur Tengah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









