Akurat

Tank Israel Beroperasi di Rafah, 30 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Terbaru

Sulthony Hasanuddin | 25 Juli 2024, 21:46 WIB
Tank Israel Beroperasi di Rafah, 30 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Terbaru

AKURAT.CO Pasukan Israel memperluas serangan di beberapa kota di bagian timur Khan Younis, Gaza Selatan, pada Kamis, dengan tank-tank yang beroperasi di Rafah.

Serangan udara dan penembakan dalam 24 jam terakhir telah menewaskan 30 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan setempat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya menyampaikan kepada anggota parlemen AS bahwa ia aktif berusaha membawa pulang para sandera, dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden, dan Wakil Presiden Kamala Harris, pada hari Kamis.

Baca Juga: Tangkal Judi Online, Menkominfo Tutup Akses Internet dari Kamboja dan Filipina

Pertempuran dalam beberapa hari terakhir berpusat di kota-kota timur Bani Suaila, Al-Zanna dan Al-Karara.

Pada hari Rabu, tentara Israel menemukan jenazah lima warga Israel yang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober dan ditahan di Gaza sejak itu.

Pada Kamis (25/7/2024), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan militer Israel di daerah timur Khan Younis telah menewaskan 14 orang.

Meningkatkan jumlah korban tewas di seluruh Gaza dalam 24 jam terakhir menjadi 30 orang dengan 146 orang terluka.

Militan Hamas mengambil lebih dari 250 sandera dalam serangan di Israel selatan dan membunuh 1.200 orang, menurut hitungan Israel.

Israel membalas dengan berjanji untuk membasmi Hamas di Gaza dalam perang sembilan bulan yang telah menewaskan lebih dari 39.000 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan Gaza.

Beberapa orang terluka di kota-kota timur selama penembakan tank dan udara Israel, sementara serangan udara di timur Khan Younis menewaskan empat orang, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Baca Juga: Cara Atasi Tangisan Bayi di Atas Pesawat

Pemboman Israel meningkat di beberapa daerah di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir, sementara tank beroperasi di utara, barat dan pusat kota, menurut penduduk dan petugas medis.

Beberapa warga Palestina juga terluka dalam penembakan Israel sebelumnya pada hari Kamis.

Militer Israel menyatakan bahwa pasukan yang beroperasi di Khan Younis telah membunuh puluhan militan dan menghancurkan sekitar 50 infrastruktur militer, sementara operasi di Rafah berlanjut dengan membunuh dua militan.

Dalam pidatonya kepada Kongres AS, Netanyahu mengatakan, pemerintahannya terlibat aktif dalam upaya pembebasan sisa sandera dan yakin mereka akan berhasil.

Pidato yang Mengecewakan

Baca Juga: Wali Nikah Aaliyah Massaid Yaitu Adik dari Adjie Massaid

Hamas menyebut komentar Netanyahu sebagai "kebohongan murni" dan menuduhnya menghalangi upaya untuk mengakhiri perang.

Komentar Netanyahu juga mengecewakan banyak warga Palestina yang mengungsi, yang berharap ada sinyal jelas tentang berakhirnya pertempuran yang telah menghancurkan wilayah tersebut dan menciptakan krisis kemanusiaan.

"Itu menyedihkan, dia bahkan tidak menyebutkan gencatan senjata sama sekali, tidak sekali pun," kata Tamer Al-Burai, seorang penduduk Kota Gaza yang kini mengungsi di Deir Al-Balah di Gaza Tengah.

"Orang-orang menunggu kejutan, pengumuman gencatan senjata oleh Netanyahu sebagai hadiah untuk (Presiden AS Joe) Biden, tetapi mereka tidur dengan sangat kecewa, karena Netanyahu mengatakan dia bertekad untuk melanjutkan perang," ujar Burai.

Deir Al-Balah, di mana tank belum menyerang, saat ini penuh sesak dengan ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi dari daerah lain di wilayah tersebut, yang merupakan rumah bagi 2,3 juta orang.

"Netanyahu berbicara dalam sebuah sandiwara, dia berbicara kepada badut," kata Burai.

Baca Juga: Refleksi Olimpiade Tersukses Indonesia, Lima Medali dari Bulutangkis di Barcelona 1992

Upaya diplomatik oleh mediator Arab, yang didukung oleh Amerika Serikat, untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata tampaknya tertunda, karena Israel diharapkan mengirim delegasi untuk pembicaraan lebih lanjut minggu depan.

Di Gaza utara, serangan udara Israel di sebuah rumah di pinggiran Sheikh Radwan menewaskan empat orang, menurut petugas medis.

Sementara tujuh warga Palestina tiba di rumah sakit di Gaza Tengah yang telah ditahan oleh pasukan Israel dan dibebaskan di daerah dekat perbatasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.