Heboh Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bangladesh Berujung Rusuh, Apa yang Terjadi?

AKURAT.CO Belakangan ini, masyarakat dibuat khawatir dengan peristiwa demonstrasi mahasiswa di Bangladesh yang sudah memakan banyak korban dan terjadi dalam beberapa hari.
Polisi Bangladesh sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi demonstrasi dari para pengunjuk rasa, dan pihak berwenang juga menghentikan beberapa layanan internet seluler di ibu kota, Dhaka.
Setelah bentrokan terus-menerus antara mahasiswa dan polisi, Bangladesh menetapkan status siaga tinggi di seluruh negara itu.
Dikutip dari akun X @bengalielonmusk, Jumat (19/7/2024), mengungkap alasan demonstrasi di Bangladesh yang sudah membuat heboh warganet.
Baca Juga: Banyak Jemaah Haji Tolak Makanan, Timwas Kaget Ternyata Kokinya Orang Bangladesh
Akun tersebut membuat sebuah cuitan dengan kondisi yang terjadi di Bangladesh, dan menyebut aksi demonstrasi mahasiswa sudah dimulai sejak awal bulan Juli dengan memblokir jalan-jalan utama.
"Sejak awal bulan Juli, pelajar di Bangladesh telah melakukan protes dan memblokir jalan-jalan utama, melakukan demonstrasi menentang undang-undang kontroversial sejak tahun 1971: aturan kota," tulisnya.
Undang-undang yang dimaksud merupakan hasil keputusan dari bapak pendiri Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman, tentang posisi pegawai negeri.
"Pada tahun 1971, Sheikh Mujibur Rahman, bapak pendiri Bangladesh, memutuskan bahwa dari 2 juta posisi pegawai negeri saat ini, setengahnya akan diisi bukan berdasarkan prestasi tetapi melalui tindakan afirmatif yang berpihak pada perempuan dan penduduk di daerah kurang berkembang," jelasnya.
Baca Juga: Resep Viral TikTok Menu Buka Puasa Mie Bangladesh Nyemek, Pedas Gurih Bikin Nagih!
Ternyata, undang-undang tersebut dianggap kontroversial karena merugikan banyak orang yang dilihat dari beberapa aspek.
"Aspek paling kontroversial dari sistem kuota ini adalah bahwa 30% posisi pegawai negeri diperuntukkan bagi anak dan cucu mereka yang memperjuangkan kemerdakaan Bangladesh pada tahun 1971," tambahnya.
Selain itu, pekerjaan pegawai negeri umumnya menawarkan pekerjaan yang stabil dan juga seumur hidup.
Namun, para pelajar tidak setuju karena mereka berpendapat bahwa ada sistem kuota pembagian yang dikorupsi oleh oknum untuk kepentingan pendukung Liga Awami, sehingga mereka ingin ada perubahan.
"Mereka ingin pembatasan ini hanya berlaku bagi etnis minoritas dan penyandang disabilitas, dimana 94 persen pekerjaan didasarkan prestasi," tulisnya.
Aksi demonstrasi mahasiswa Bangladesh ini terjadi sejak awal bulan Juli yang dilakukan oleh mahasiswa Dhaka University dengan melancarkan aksi protes terhadap undang-undang tersebut dan terus meningkat.
"Demonstrasi meningkat ketika pendukung Liga Awami yang pro turung tangan, memasuki kampus dan melakukan kekerasan terhadap mahasiswa," tambahnya.
Aksi protes mahasiswa Dhaka telah berdampak pada penutupan universitas lain di ibu kota agar tidak ada yang mendukung Universitas Dhaka.
Baca Juga: VIRAL Jurnalis Perempuan Dilecehkan di KRL, Respons Polisi Bikin Heran: Harus Kelihatan Alat Vital?
Namun hal tersebut sia-sia, karena siswa sekolah menengah diketahui turut bergabung dalam aksi demonstrasi sehingga aksi protes menjadi ricuh.
"Siswa sekolah mengengah bergabung dalam protes tersebut, dan kemudian kampus-kampus lain di seluruh negeri juga ditutup," jelasnya.
Keributan antara pelajar dan pendukung pemerintah terus berlanjut hingga saat ini, bahkan menjadi semakin sengit dan sudah tidak terkontrol.
Itulah penjelasan lengkap awal mula terjadinya demonstrasi di Bangladesh yang sudah membuat heboh dunia karena viral di media sosisal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









