Israel Sebut Bantuan Tertunda di Gaza, PBB: Kami Lakukan Apa yang Kami Bisa

AKURAT.CO Sebanyak 1.150 truk berisi bantuan kemanusiaan masih menunggu untuk diangkut dari sisi Palestina di perbatasan Kerem Shalom di Jalur Gaza selatan.
Penundaan tersebut mendorong PBB menyatakan kesiapannya untuk melakukan semua yang mereka bosa.
Badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertugas mengoordinasikan pengiriman bantuan ke wilayah Palestina, COGAT, mengatakan 50 truk bantuan lainnya juga sedang menunggu untuk diambil dari sisi Palestina di perbatasan Erez di Gaza utara.
Baca Juga: Sedikitnya 29 Orang Tewas Dalam Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsi Gaza Selatan
PBB lantas melaporkan pihaknya kesulitan mendistribusikan bantuan di wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta orang itu sementara perang antara Israel dan militan Palestina Hamas memasuki bulan kesepuluh dan hukum serta ketertiban telah rusak.
"Ya, bantuan memang sedang disalurkan. Namun di sisi lain, ada pelanggaran hukum yang nyata, ditambah lagi konflik yang terus berlanjut," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, dikutip Kamis (11/7/2024).
"Kami terus berupaya sebaik mungkin untuk menyalurkannya kepada orang-orang yang membutuhkannya. Rekan-rekan kami di Gaza tidak tinggal diam," tambahnya.
Menurutnya truk-truk PBB yang berhasil mengangkut bantuan sering kali harus mengeluarkan biaya yang besar, karena kendaraan tersebut dijarah atau diserang oleh kelompok-kelompok kriminal.
Tidak hanya itu, sebagian bantuan yang telah berhasil sampai, jumlahnya sangatlah sedikit.
PBB telah lama mengeluhkan adanya bahaya dan hambatan dalam menyalurkan bantuan ke Gaza (Israel memeriksa dan menyetujui semua truk bantuan) dan mendistribusikannya di wilayah kantong tersebut.
Di mana pemantau kelaparan global bulan lalu mengatakan ada risiko kelaparan yang tinggi.
Pejabat tinggi PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Muhannad Hadi, memberi pengarahan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Baca Juga: Pemimpin Hamas: Serangan Terbaru Israel di Gaza Dapat Membahayakan Perundingan Gencatan Senjata
"Ia melihat sekelompok pria membawa tongkat menunggu truk meninggalkan persimpangan Kerem Shalom menuju Gaza. Semua truk yang ia lewati rusak parah, dengan kaca depan, kaca spion, dan kap mesin pecah," kata Dujarric kepada wartawan.
Hadi juga melihat kantong-kantong tepung terigu dari Program Pangan Dunia (WFP) dan badan pengungsi Palestina PBB UNRWA tersebar di sepanjang jalan dari Kerem Shalom menuju Gaza.
Di Gaza utara, WFP mengatakan aktivitas militer membatasi operasinya. Pasukan Israel terus melancarkan serangan di Gaza utara dan tengah, menyebarkan selebaran yang mendesak evakuasi Kota Gaza.
WFP tidak mengirimkan makanan apa pun dari penyeberangan Erez Barat selama beberapa hari, kata juru bicara WFP Shaza Moghraby.
"Lokasi distribusi telah dievakuasi dan ditutup, orang-orang yang ketakutan kembali mengungsi dan setiap kali ini terjadi, semakin sulit bagi kami untuk menjangkau mereka sehingga berdampak besar pada operasi kami," katanya.
Baca Juga: Tanpa Didampingi BCL, Tiko Aryawardhana Jalani Pemeriksaan di Polres Jaksel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









