Akurat

Profil Mahmud Ahmadinejad, Mantan Presiden Iran yang Kembali Nyapres Gantikan Ebrahim Raisi

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Juni 2024, 07:00 WIB
Profil Mahmud Ahmadinejad, Mantan Presiden Iran yang Kembali Nyapres Gantikan Ebrahim Raisi

AKURAT.CO Mahmud Ahmadinejad, yang juga dikenal sebagai Ahmadinezhad, adalah seorang politikus Iran yang menjabat sebagai Presiden Iran dari tahun 2005 hingga 2013.

Kini, Ahmadinezhad mendaftar kembali sebagai calon presiden setelah Ebrahim Raisi meninggal akibat kecelakaan helikopter beberapa waktu lalu.

Ia dikenal sebagai figur kontroversial baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Artikel ini akan membahas profil, karier, serta berbagai kontroversi yang melibatkan dirinya.

Baca Juga: Buronan Nomor 1 Thailand Chaowalit Thongduang Telah Dideportasi ke Negara Asalnya

Latar Belakang dan Pendidikan

Mahmud Ahmadinejad lahir pada 28 Oktober 1956 di Aradan, sebuah kota kecil di provinsi Semnan, Iran. Ia berasal dari keluarga sederhana dan pindah ke Teheran pada usia muda. Ahmadinejad menyelesaikan pendidikan menengahnya di Teheran sebelum melanjutkan studi ke Universitas Sains dan Teknologi Iran, di mana ia meraih gelar sarjana, magister, dan doktor di bidang teknik sipil dan transportasi.

Karier Politik Awal

Ahmadinejad memulai karier politiknya setelah Revolusi Islam 1979, di mana ia terlibat dalam kegiatan mahasiswa dan militer. Ia kemudian diangkat sebagai gubernur provinsi Ardabil pada tahun 1993 oleh Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Namun, namanya mulai dikenal luas ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Teheran pada tahun 2003. Sebagai wali kota, ia dikenal dengan kebijakan populisnya, seperti penghapusan iklan yang tidak islami dan pemisahan gender di tempat-tempat umum.

Kepresidenan

Ahmadinejad memenangkan pemilihan presiden Iran pada tahun 2005 dengan platform yang menjanjikan reformasi ekonomi dan perlawanan terhadap korupsi. Selama masa jabatannya, ia menekankan pentingnya program nuklir Iran, yang menimbulkan ketegangan dengan negara-negara Barat dan menyebabkan sanksi ekonomi internasional terhadap Iran.

Pada pemilihan presiden 2009, Ahmadinejad kembali terpilih, namun pemilihan tersebut diwarnai oleh tuduhan kecurangan yang memicu protes besar-besaran yang dikenal sebagai Gerakan Hijau. Protes ini ditanggapi dengan tindakan keras oleh pemerintah, yang mengakibatkan ratusan orang ditangkap dan beberapa di antaranya tewas.

Kebijakan dan Kontroversi

Selama masa kepresidenannya, Ahmadinejad sering mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menimbulkan reaksi keras dari komunitas internasional. Ia secara terang-terangan mengkritik Israel dan mempertanyakan peristiwa Holocaust, yang membuatnya dikutuk oleh banyak negara.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Bakal Kerja Sama dengan Garuda Indonesia Terkait Pemberian Tarif Khusus Perjalanan Dinas ASN

Di dalam negeri, kebijakan ekonominya sering dianggap tidak berhasil. Meskipun ia berjanji untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, banyak kebijakannya yang justru memperburuk kondisi ekonomi Iran. Inflasi dan pengangguran meningkat, dan banyak rakyat Iran merasa tidak puas dengan pemerintahannya.

Kehidupan Setelah Kepresidenan

Setelah meninggalkan kursi presiden pada tahun 2013, Ahmadinejad tetap aktif dalam politik meskipun tidak lagi memegang jabatan resmi. Ia beberapa kali mencoba kembali ke panggung politik, termasuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden pada tahun 2017, namun gagal lolos seleksi Dewan Wali.

Mahmud Ahmadinejad adalah salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah politik modern Iran. Kepemimpinannya ditandai oleh kebijakan-kebijakan yang menimbulkan perdebatan dan reaksi internasional. Meskipun telah meninggalkan kursi presiden, warisan politiknya masih menjadi bahan diskusi di Iran dan di luar negeri.

Profil Ahmadinejad menunjukkan betapa kompleksnya dinamika politik di Iran, serta tantangan yang dihadapi oleh negara tersebut dalam upaya mencapai stabilitas dan kemakmuran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.