Kirim Tank ke Rafah, Israel Ungkap Perang di Gaza Berlanjut Sampai Akhir Tahun 2024

AKURAT.CO Ketua Dewan Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi menyatakan bahwa pertempuran di Jalur Gaza akan berlangsung setidaknya selama tujuh bulan lagi, pada Rabu (29/5/2024)
Dikutip dari Reuters, Hanegbi menyebutkan bahwa tentara Israel telah menguasai 75 persen dari Koridor Philadelphia yang membentang di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dan Mesir.
"Pertempuran di Jalur Gaza akan berlanjut sepanjang tahun 2024 atau setidaknya selama tujuh bulan ke depan,” katanya.
Tak hanya itu, Israel juga telah mengirim tank-tank untuk menyerang Rafah di Gaza selatan, Rabu (29/5/2024).
Langkah Israel ini mengikuti pernyataan dari Washington yang mengatakan bahwa serangan di Rafah bukanlah operasi darat besar-besaran yang akan memicu perubahan kebijakan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Singapura Terbuka: Atasi Wakil Jerman, Fajar/Rian Masih Adaptasi Angin dan Shuttlecock
Hanegbi mengisyaratkan bahwa Israel belum siap mengakhiri perang sesuai permintaan Hamas, yang merupakan bagian dari kesepakatan untuk pertukaran sandera dengan tahanan Palestina.
"Pertempuran di Rafah bukanlah perang yang sia-sia," ujar Hanegbi.
Tank-tank Israel bergerak ke pusat Kota Rafah untuk pertama kalinya pada Selasa (28/5/2024), meskipun ada perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan serangan terhadap kota tersebut, yang menjadi tempat pengungsian warga Palestina dari bombardir Israel.
Penduduk Rafah melaporkan bahwa tank-tank tersebut telah bergerak ke Tel Al-Sultan di Rafah barat dan Yibna dekat Shaboura, sebelum mundur ke zona penyangga di perbatasan dengan Mesir.
"Kami menerima panggilan darurat dari warga di Tel Al-Sultan di mana drone menargetkan warga yang mengungsi saat mereka berpindah dari daerah tempat mereka tinggal menuju daerah aman," kata wakil direktur ambulans dan layanan darurat di Rafah, Haitham al Hams.
Selain itu, beberapa sumber medis melaporkan bahwa semua rumah sakit di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, tidak berfungsi kecuali Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan.
Sumber-sumber tersebut menekankan bahwa hanya Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan yang masih berusaha untuk tetap beroperasi dan melayani pasien.
Sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat menegaskan kembali penolakannya terhadap serangan darat besar-besaran Israel di Rafah.
Ia juga menyatakan bahwa mereka tidak yakin operasi semacam itu dapat berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









