Kronologi Peluncuran Roket Mata-mata Korea Utara yang Dikecam Korea Selatan, Amerika Serikat hingga Jepang

AKURAT.CO Utusan nuklir Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang hari Selasa (28/5/2024) mengecam keras upaya terbaru Korea Utara untuk meluncurkan satelit.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan peluncuran yang gagal tersebut merupakan pelanggaran langsung terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang penggunaan teknologi rudal balistik oleh Korea Utara dan merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional.
Baca Juga: All Eyes On Rafah! Serangan Israel Terhadap Kamp Pengungsian Memicu Kecaman Internasional
Sementara Korea Utara juga menjelaskan upayanya meluncurkan satelit pengintaian militer terbaru berakhir dengan kegagalan ketika mesin roket yang baru dikembangkan meledak dalam penerbangan.
Pada bulan November, Korea Utara berhasil menempatkan satelit mata-mata pertamanya di orbit setelah dua kali gagal di tahun yang sama.
Lebih lanjut, berikut kronologi program luar angkasa Korea Utara, peluncuran satelit dan pengembangan teknologi roket mereka dikutip dari Reuters.
31 Agustus 1998: Korea Utara memulai program luar angkasanya dengan meluncurkan satelit Kwangmyongsong-1 dengan roket Paektusan dari Tempat Peluncuran Satelit Tonghae. Pyongyang menyatakan upaya tersebut berhasil, namun para pejabat AS mengatakan upaya tersebut terpecah di Samudera Pasifik.
Baca Juga: DPR Kawal Pembatalan Kenaikan UKT 2024
5 April 2009: Pemimpin Korea Utara pada saat itu Kim Jong Il, mengawasi peluncuran satelit Kwangmyongsong-2 dari kompleks Tonghae, namun satelit itu kembali gagal dan jatuh di laut. Media pemerintah menyebutkan 14 tentara Korea Utara tewas dalam peluncuran tersebut.
13 April 2012: Satelit Kwangmyongsong-3 diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae yang baru selesai dibangun di wilayah barat. Media asing diundang untuk menyaksikan peluncuran tersebut yang sekali lagi tidak berhasil.
12 Desember 2012: Korea Utara berhasil meluncurkan versi kedua dari Kwangmyongsong-3 usai menempatkan sebuah objek di orbit. Meskipun Korea Utara mengklaimnya sebagai satelit observasi, namun diyakini tidak memiliki sistem transmisi yang berfungsi.
Baca Juga: Iuran Tapera Sulut Kritik Warganet
April 2013: Korea Utara membentuk Administrasi Pengembangan Dirgantara Nasional (NADA) yang bertujuan melakukan eksplorasi ruang angkasa untuk tujuan damai.
7 Februari 2016: Korea Utara kembali meluncurkan satelit. Amerika Serikat menyebutnya sebagai uji coba terselubung terhadap mesin yang cukup kuat untuk meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM). Sementara pengamat internasional mengatakan satelit tersebut tampaknya terkendali, namun ada perdebatan mengenai apakah satelit tersebut mengirimkan transmisi.
24 Agustus 2016: Hyon Kwang Il, direktur penelitian ilmiah di NADA, mengatakan ilmuwan luar angkasa mereka akan menaklukkan ruang angkasa dan pasti akan menancapkan bendera Korea Utara di bulan.
Baca Juga: Raffi Ahmad Dipinang Dico Ganinduto Maju Pilkada Jateng
23 Juni 2016: Korea Utara mengatakan pihaknya berhasil menguji rudal balistik jarak menengah (IRBM), dengan jangkauan 2.000 hingga 3.400 mil (3.200-5.400 km).
4 Juli 2017: Korea Utara menguji ICBM untuk pertama kalinya, yang dikatakan berpotensi mencapai benua Amerika Serikat. Rudal Hwasong-14 diuji lagi tiga minggu kemudian.
13 Januari 2021: Selama kongres partai, Kim Jong Un mengungkapkan daftar keinginan yang mencakup pengembangan satelit pengintaian militer.
19 Desember 2022: Korea Utara menyatakan telah melakukan uji coba 'tahap akhir' untuk pengembangan satelit mata-mata.
Baca Juga: Besok, Polda Metro Jaya Panggil SYL dan 2 Eks Pejabat Kementan untuk Pemeriksaan
16 Maret 2023: Korea Utara menguji coba ICBM Hwasong-17, rudal terbesarnya, yang diyakini beberapa analis menggabungkan teknologi untuk kendaraan peluncuran luar angkasa.
31 Mei 2023: Korea Utara mencoba meluncurkan satelit pengintai, namun roketnya jatuh ke laut.
5 Juli 2023: Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya menemukan puing-puing satelit mata-mata tersebut, dan menemukan bahwa satelit tersebut tidak memiliki kegunaan militer yang berarti sebagai platform pengintaian.
24 Agustus 2023: Korea Utara melakukan upaya kedua untuk menempatkan satelit mata-mata di orbit, namun gagal karena pendorong roketnya mengalami masalah. Agen mata-mata Korea Utara mengatakan hal ini bukan masalah besar dan berjanji akan mengulanginya pada bulan Oktober.
Baca Juga: PSSI Imbau Netizen tidak Diskriminatif terhadap Fans Wanita Timnas Indonesia
13 September 2023: Presiden Vladimir Putin mengatakan Moskow akan membantu Korea Utara membangun satelit selama tur yang ia berikan kepada Kim Jong Un di stasiun luar angkasa Rusia di Rusia timur. Tidak ada pemimpin yang menjelaskan lebih lanjut.
21 November 2023: Korea Utara memberi tahu Jepang tentang rencananya meluncurkan satelit antara 22 November dan 1 Desember. Roket kemudian berhasil diluncurukan, Korea Utara menyatakan berhasil menempatkan satelit pengintai di orbit.
28 November 2023: Media pemerintah Korea Utara mengatakan Kim Jong Un meninjau foto satelit mata-mata Gedung Putih, Pentagon, dan kapal induk AS. Para analis mengatakan meskipun kamera beresolusi menengah dapat mengambil gambar seperti itu, dibutuhkan lebih banyak satelit agar dapat berguna dalam konflik.
Baca Juga: Mayat Laki-laki Ditemukan Membusuk dalam Toren di Pondok Aren, Ada Tato 'Devoy' di Punggung
31 Desember 2023: Korea Utara berjanji akan meluncurkan tiga satelit mata-mata baru pada tahun 2024.
15 Januari 2024: Korea Utara mengatakan pihaknya menguji rudal hipersonik berbahan bakar padat baru di tengah persaingan yang semakin ketat untuk menghasilkan roket jarak jauh generasi berikutnya yang sulit dideteksi dan dicegat.
Baca Juga: Cak Imin Senang Dengar Kabar Anies Maju di Pilkada Jakarta
26 Mei 2024: Korea Utara memberi tahu Jepang tentang rencana peluncuran satelit antara 27 Mei dan 4 Juni.
27 Mei 2024: Korea Utara mengatakan peluncuran roket pembawa satelit barunya gagal ketika meledak selama penerbangan tahap pertama. Analisis awal menunjukkan bahwa penyebabnya adalah motor roket berbahan bakar cair yang baru dikembangkan, lapor media pemerintah.
Baca Juga: Revisi UU Kementerian, TNI Polri dan Keimigrasian Resmi Jadi Inisiatif DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







