Akurat

Profil Mohammad Mokhber, Presiden Sementara Iran yang Gantikan Ebrahim Raisi

Sulthony Hasanuddin | 20 Mei 2024, 17:33 WIB
Profil Mohammad Mokhber, Presiden Sementara Iran yang Gantikan Ebrahim Raisi

AKURAT.CO Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei mengumumkan mengukuhkan Wakil Presiden Pertama, Mohammad Mokhber sebagai kepala sementara cabang eksekutif negara itu.

Selain jabatan Mohammad Mokhber, Ali juga mengumumkan lima hari berkabung publik untuk Presiden Ebrahim Raisi setelah kematiannya dalam kecelakaan helikopter.

Baca Juga: Berikut Daftar Korban Kecelakaan Helikopter Selain Presiden Iran Ebrahim Raisi

Iran kini punya waktu maksimal 50 hari untuk masa jabatan Mohammad Mokhber dan sebelum harus digelar pemilihan presiden untuk memilih pengganti Raisi.

“Saya mengumumkan lima hari berkabung di depan umum dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi IRNA, dikutip Senin (20/5/2024).

Baca Juga: Mengenal Sosok Ebrahim Raisi, Presiden Iran Berusia 63 Tahun yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

“…Mokhber akan mengurus lembaga eksekutif dan wajib mengatur bersama para pimpinan legislatif dan yudikatif untuk memilih presiden baru dalam waktu paling lama 50 hari,” ujarnya.

Menurut Pasal 131 konstitusi Iran, sebuah dewan yang terdiri dari wakil presiden pertama, ketua parlemen dan ketua pengadilan harus mempersiapkan jalan bagi pemilihan presiden baru.

Mohammad Mokhber menjadi wakil presiden pertama pada tahun 2021 ketika Raisi terpilih sebagai presiden.

Baca Juga: Terbaru Ebrahim Raisi, Berikut Daftar Presiden yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat dan Helikopter

Lebih lanjut, berikut profil dan beberapa fakta penting tentang Mohammad Mokhber wakil presiden pertama Iran yang menjadi presiden sementara setelah kematian Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter.

Profil Mohammad Mokhber

Mohammad Mokhber lahir pada 1 September 1955 yang berarti kini berusia 68 tahun.

Baca Juga: Berikut Daftar Korban Kecelakaan Helikopter Selain Presiden Iran Ebrahim Raisi

Sebelum menjadi wakil presiden pada 2021, dia menjabat sebagai kepala Setad atau sebuah dana investasi yang terkait dengan pemimpin tertinggi.

Sama seperti halnya Raisi, Mokhber dipandang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang memiliki keputusan terakhir dalam semua masalah negara.

Baca Juga: Kronologi Jatuhnya Helikopter yang Menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negerinya

Sebagai presiden sementara, Mokhber adalah bagian dari dewan tiga orang, bersama dengan ketua parlemen dan kepala kehakiman, yang akan menyelenggarakan pemilihan presiden baru dalam waktu 50 hari setelah kematian presiden.

Mokhber adalah bagian dari tim pejabat Iran yang mengunjungi Moskow pada bulan Oktober dan setuju untuk memasok rudal permukaan-ke-permukaan dan lebih banyak drone ke militer Rusia.

Tim tersebut juga termasuk dua pejabat senior dari Garda Revolusi Iran dan seorang pejabat dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Pada tahun 2010, Uni Eropa memasukkan Mokhber ke dalam daftar individu dan entitas yang diberi sanksi atas dugaan keterlibatan dalam 'kegiatan rudal nuklir atau balistik', namun dua tahun kemudian dia dikeluarkan dari daftar.

Baca Juga: 6 Fakta Kecelakaan Helikopter yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi

Selanjutnya pada tahun 2013, Departemen Keuangan AS menambahkan Setad dan 37 perusahaan yang diawasinya ke dalam daftar entitas yang terkena sanksi.

Setad, yang bernama lengkap Setad Ejraiye Farmane Hazrate Emam, atau Markas Pelaksana Perintah Imam, didirikan berdasarkan perintah yang dikeluarkan oleh pendiri Republik Islam, pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Pemerintah memerintahkan para pembantunya untuk menjual dan mengelola properti yang diduga ditinggalkan pada tahun-tahun kacau setelah Revolusi Islam 1979 dan menyalurkan sebagian besar hasilnya untuk amal.

Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Dinyatakan Meninggal Usai Kecelakaan Helikopter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.