Sekolah di Belgia Larang Siswinya Gunakan Hijab yang Diperkuat Keputusan Pengadilan Eropa

AKURAT.CO Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) pada Kamis (16/5/2024) menguatkan larangan jilbab di sekolah menengah di Flanders, wilayah utara Belgia.
Siswa di Sekolah Menengah Flemish diperbolehkan mengenakan jilbab selama kelas agama tetapi harus melepasnya selama kelas lainnya.
Larangan tersebut lantas ditentang oleh tiga remaja muslim putri.
Namun, pengadilan menyatakan bahwa pendidikan Flemish melarang penggunaan simbol apapun yang terlihat dan menjunjung tinggi larangan tersebut.
Baca Juga: Buka Suara, Ternyata Ini Alasan Kevin Sanjaya Mundur dari Pelatnas
"Pengadilan mencatat dalam kasus ini bahwa larangan yang dipermasalahkan tidak hanya menyangkut jilbab, namun diterapkan tanpa membedakan semua simbol keyakinan yang terlihat," kata ECHR dalam sebuah pernyataan.
Pengadilan juga mengatakan bahwa keputusan tersebut bersifat final.
Baca Juga: Pertempuran Gaza Semakin Intensif, Israel Pertanyakan Orang-orang Bersenjata di Lokasi PBB
Diketahui, larangan menggunakan jilbab di sekitar 700 sekolah di kawasan Flanders, Belgia, sudah ada sejak tahun 2009.
Hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong rasa kesetaraan dan mencegah adanya segregasi atau pemisahan karena simbol-simbol eksternal.
Baca Juga: PLN Cabut Listrik Pedagang Martabak Usai Viral Kasus Dishub, Netizen: Gak Setoran, Gak Aman!
Mayoritas sekolah di kawasan itu sendiri adalah sekolah Katolik.
Baca Juga: Jemaah Haji Wafat Dibadalhajikan dan Dapat Asuransi, Ini Ketentuannya
Dua sekolah yang pertama kali melarang hal tersebut berada di kawasan Antwerp dan Hoboken yang beralasan bahwa banyak siswi dipaksa mengenakan jilbab oleh keluarga dan kawan mereka.
Sebagai tanggapan atas pelarangan tersebut, bermunculan protes dari para murid yang membawa spanduk bertuliskan 'Tidak ada jilbab, tidak ada murid'.
Kebijakan serupa telah diterapkan di Prancis pada tahun 2004.
Baca Juga: Izin Paytren Dicabut, Yusuf Mansur Janjikan Uang Nasabah Kembali
Negara dengan ibukota Paris itu memperdebatkan tentang siswa muslim yang mengenakan jilbab di kelas telah berlangsung secara sengit selama satu dekade sebelumnya.
Kebijakan tersebut bahkan menimbulkan kecaman luas, tidak hanya di Prancis tapi juga di negara-negara lain.
Baca Juga: PN Jakarta Utara Perintahkan PT TForce Kembalikan Uang Nasabah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








