Akurat

Anak dan Cucunya Digempur Israel, Ismail Haniyeh Pastikan Posisi Hamas Tidak Berubah

Mukodah | 11 April 2024, 12:12 WIB
Anak dan Cucunya Digempur Israel, Ismail Haniyeh Pastikan Posisi Hamas Tidak Berubah

AKURAT.CO Pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengonfirmasi tiga putra dan empat cucunya tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza.

Media yang terafiliasi dengan Hamas melaporkan, mobil yang ditumpangi anak-anak Haniyeh dihantam serangan udara saat melintasi kawasan Kamp Al-Shati di dekat Kota Gaza.

Rombongan tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan ke perayaan keluarga untuk menandai hari pertama Idulfitri.

Baca Juga: Israel Kepung Dua Rumah Sakit di Gaza, Klaim Telah Tangkap 480 Militan Hamas

Haniyeh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tiga putranya yakni Hazem, Amir dan Muhammad tetap berada di Gaza selama perang.

Pernyataan resmi Hamas menyebut empat cucu Haniyeh yaitu Mona, Amal, Khaled dan Razan termasuk di antara mereka yang tewas akibat serangan udara.

Menurut Haniyeh, dirinya mendengar berita itu ketika sedang mengunjungi warga Palestina yang dirawat di ibu kota Qatar, Doha.

Haniyeh memastikan insiden tersebut tidak akan mengubah tuntutan Hamas dalam pembicaraan yang bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata.

"Musuh akan berkhayal jika berpikir bahwa menargetkan anak-anak saya, pada klimaks perundingan (gencatan senjata) dan sebelum gerakan tersebut mengirimkan tanggapannya akan mendorong Hamas untuk mengubah posisinya," jelasnya dikutip dari Al Jazeera, Kamis (11/4/2024).

Dalam komentar yang dilaporkan di saluran Telegram Hamas, Haniyeh bersyukur kepada Tuhan atas kehormatan yang diberikan kepadanya melalui apa yang disebut kemartiran anak dan cucunya.

Baca Juga: Israel Klaim Tangkap Ratusan Pejuangan Hamas dan Jihad Islam di Rumah Sakit Al Shifa Gaza

Militer Israel mengatakan anak-anak Haniyeh merupakan anggota dari sayap militer Hamas.

Militer Israel mengatakan telah menghilangkan tiga operasi sayap militer Hamas di Jalur Gaza Tengah, di antaranya termasuk putra-putra Haniyeh.

Terkait upaya gencatan senjata, proposal terbaru, yang disebut sedang dianalisa Hamas, dikabarkan mencakup pembebasan 40 sandera Israel yang ditahan di Gaza sebagai imbalan pembebasan 900 warga Palestina dari penjara-penjara Israel.

Israel mengatakan bahwa dari 130 sandera yang masih berada di Gaza, setidaknya 34 orang tewas.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas menyebut lebih dari 33 ribu penduduk Gaza, sebagian besar warga sipil, tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK