Akurat

Ini Persyaratan dari Hamas untuk Mengakhiri Perang Lawan Israel di Gaza

Sulthony Hasanuddin | 29 Januari 2024, 17:22 WIB
Ini Persyaratan dari Hamas untuk Mengakhiri Perang Lawan Israel di Gaza

 

AKURAT.CO Hamas mengatakan pada hari Senin  (29/1/2024) bahwa pembebasan sandera yang ditahannya akan membutuhkan jaminan diakhirinya serangan Israel di Gaza.

Pertempuran akan berhenti jika terdapat penarikan semua pasukan invasi di Gaza oleh Israel, kata Hamas.

Tidak sampai itu, Hamas juga menegaskan kembali posisinya setelah Israel mengadakan pertemuan dengan mediator Qatar dan Mesir.

"Keberhasilan pertemuan Paris tergantung pada persetujuan penjajah (Israel) untuk mengakhiri agresi komprehensif di Jalur Gaza," kata pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri.

Baca Juga: Viral! Apa itu Tower 22? Lokasi Serangan Terhadap Pasukan Amerika Serikat di Yordania

Tidak segera jelas apakah dengan terpenuhinya syarat tersebut Hamas akan membebaskan semua atau sebagian dari 132 sandera yang menurut Israel masih berada di Gaza.

Sebelumnya, Hamas mengatakan pembebasan penuh akan mengharuskan Israel membebaskan semua ribuan orang Palestina yang ditahan dengan alasan keamanan di penjara-penjaranya.

Seorang pejabat Palestina yang dekat dengan pembicaraan mediasi, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa agar Hamas dapat menandatangani kesepakatan lanjutan dari gencatan senjata pada bulan November yang membebaskan puluhan sandera, mereka ingin Israel setuju untuk mengakhiri serangan dan menarik diri dari Gaza meskipun pelaksanaannya tidak akan segera dilakukan.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Piala Asia Malam Ini Senin 29 Januari 2024: Irak vs Yordania, Qatar vs Palestina

Kesepakatan tersebut harus didukung oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat, kata pejabat tersebut.

Negara-negara tersebut mengirimkan delegasi-delegasi tinggi untuk membahas krisis sandera Gaza dengan para pejabat intelijen senior Israel pada hari Minggu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.