Deretan Fakta Menarik Gabriel Attal, PM Termuda Prancis yang Terbuka Sebagai Gay

AKURAT.CO Presiden Prancis, Emmanuel Macron menunjuk Menteri Pendidikan Gabriel Attal (34) sebagai perdana menteri barunya pada hari Selasa (9/1/2024) kemarin.
Sosok Gabriel Attal sendiri mulai dikenal publik setelah dipercaya sebagai juru bicara pemerintah selama pandemi Covid-19.
Diketahui, penunjukkan Gabriel Attal dikarenakan sang presiden ingin memberikan semangat baru dalam masa jabatan keduanya menjelang pemilihan parlemen Eropa pada bulan Juni.
Dikutip dari Reuters, berikut ini lima fakta menarik Gabriel Attal PM termuda yang dimiliki Prancis:
1. Perdana Menteri Termuda Prancis Sepanjang Sejarah
Di usia 34 tahun, Gabriel Attal menjadi perdana menteri termuda Prancis pasca-perang.
Sebuah rekor yang sebelumnya dipegang oleh Laurent Fabius yang berusia 37 tahun ketika ia diangkat sebagai perdana menteri oleh Francois Mitterrand pada tahun 1984.
Baca Juga: Gabriel Attal Jadi PM Termuda Prancis di Usia 34 Tahun
2. Perdana Menteri Pertama yang Terbuka sebagai Gay
Gabriel Attal merupakan perdana menteri gay pertama Prancis yang terbuka.
Jati dirinya diungkap oleh seorang rekannya pada tahun 2018, ketika ia diangkat sebagai menteri junior selama mandat pertama Emmanuel Macron.
Pada saat itu, Attal menjalin hubungan dengan Stephane Sejourne, mantan penasihat politik sang presiden.
3. Bergabung bersama Parpol di Usia Belia
Gabriel Attal bergabung dengan Partai Sosialis saat masih berusia 17 tahun. Ia lalu menjadi terkenal di dunia politik Prancis setelah ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah selama pandemi.
Ia kemudian diangkat sebagai menteri junior di kementerian keuangan dan menjadi menteri pendidikan pada tahun 2023. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu menteri kabinet Macron yang paling cerdas juga komunikator yang baik.
Baca Juga: Israel Klaim Temukan Pabrik Senjata Bawah Tanah Terbesar di Gaza
4. Kebijakan Pertamanya yang Kontroversial
Langkah pertama Gabriel Attal setelah ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Prancis pada tahun lalu terbilang cukup kontroversial.
Sebab, ia melarang penggunaan pakaian abaya di sekolah-sekolah negeri, yang lantas membuat dirinya mendapatkan popularitas di kalangan pemilih konservatif meskipun ia berasal dari kelompok kiri.
5. Cerita Sedih Dibangku Sekolah
Belum lama ini, Gabriel Attal tampil di sebuah acara TV terkenal Prancis dan menceritakan kisah bagaimana ia diintimidasi di sekolah menengah oleh mantan teman sekelasnya.
Dalam ceritanya, sang teman mempermalukannya di sebuah blog yang dibuat untuk menilai fisik teman-teman sekelasnya selama masa-masa awal revolusi Internet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









