Deretan Isu Utama Konflik Israel Dan Palestina, Salah Satunya Pendudukan Yerusalem

AKURAT.CO Serangan organisasi Islamis Palestina, Hamas ke Israel pada Sabtu (7/10/2023) yang segera direspon negara tersebut menjadi yang terbaru sejak tujuh dekade konflik Israel dan Palestina terjadi.
Hamas melakukan serangan ke Israel dengan merangsek masuk ke kota-kota, menewaskan ribuan orang hingga membawa puluhan sandera kembali ke Gaza.
Israel membalaskan dendam, menghujani Gaza dengan serangan udara dan menghancurkan seluruh distrik dalam beberapa pertumpahan darah terburuk selama 75 tahun konflik.
Akibat konflik tersebut lebih dari 2.000 orang warga sipil dilaporkan meninggal dunia.
Sudah lima hari sejak serangan pertama diluncurkan, konflik Hamas dan Israel tidak juga menemui titik terang.
Berikut ini deretan isu utama yang menjadi konflik Israel dan Palestina.
Solusi Dua Negara
Sebuah kesepakatan membangun negara bagi Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza di samping Israel dilakukan.
Namun, Hamas menolak solusi dua negara dan bersumpah untuk menghancurkan Israel.
Sementara, Israel mengatakan bahwa negara Palestina harus didemiliterisasi agar tidak mengancam keberadaannya.
Baca Juga: Sejarah Singkat 75 Tahun 'Penderitaan' Gaza, Konflik Perbatasan Yang Tak Kunjung Usai
Pemukiman Penduduk
Sebagian besar negara menganggap pemukim Yahudi yang dibangun di atas tanah yang diduduki Israel pada 1967 merupakan ilegal.
Israel membantah hal itu dan mengutip ikatan historis dan Alkitab dengan tanah tersebut.
Perluasan pemukiman tersebut merupakan salah satu isu yang paling diperdebatkan antara Israel, Palestina, dan masyarakat internasional.
Yerusalem
Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang mencakup situs-situs suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen, menjadi ibu kota negara mereka.
Israel mengatakan bahwa Yerusalem harus tetap menjadi ibu kotanya yang "tak terpisahkan dan abadi".
Klaim Israel atas bagian timur Yerusalem tidak diakui secara internasional.
Mantan Presiden AS, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tanpa menentukan batas yurisdiksinya di kota yang disengketakan dan memindahkan kedutaan besar AS ke sana pada tahun 2018.
Pengungsi
Baca Juga: Sejarah Konflik Antar Israel Dan Palestina Dari Tahun Ke Tahun
Saat ini sekitar 5,6 juta pengungsi Palestina yang sebagian besar merupakan keturunan dari mereka yang melarikan diri pada tahun 1948 tinggal di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat yang diduduki Israel, dan Gaza.
Menurut Kementerian Luar Negeri Palestina sekitar setengah dari pengungsi yang terdaftar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak dari mereka yang tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak.
Palestina telah lama menuntut agar para pengungsi diizinkan untuk kembali, bersama dengan jutaan keturunan mereka.
Israel mengatakan bahwa setiap pemukiman kembali pengungsi Palestina harus dilakukan di luar perbatasannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








