Akurat

Kenapa Banyak Bangkai Mobil Mewah Di Dubai?

Eko Krisyanto | 30 September 2023, 01:42 WIB
Kenapa Banyak Bangkai Mobil Mewah Di Dubai?

AKURAT.CO - Dubai merupakan kota megah yang terkenal dengan pencakar langit gemerlapnya, pemandangan eksklusif, dan gaya hidup mewah. Bahkan, Dubai menjadi tempat impian bagi banyak orang. Tapi di balik kilauan dan kemewahan ini, ada sebuah fenomena yang menarik perhatian semua orang, yaitu banyaknya mobil mewah yang berakhir sebagai bangkai yang terbengkalai di sepanjang jalan-jalan Dubai.

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa begitu banyak bangkai mobil mewah di kota ini? Ayo telusuri beberapa alasan di balik fenomena ini.

Pertama-tama, ada yang menyebutnya sebagai fenomena "Use it and Lose it." Budaya konsumsi yang berlebihan di Dubai adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan banyak mobil mewah terbengkalai.

Sebagian penduduk Dubai cenderung membeli mobil mewah tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjangnya. Bagi mereka, memiliki mobil mewah adalah simbol status sosial dan begitu mobil tersebut tidak lagi menjadi yang terbaru atau tren, mereka lebih suka meninggalkannya dan beralih ke mobil yang lebih baru dan mahal.

Baca Juga: Begini Kronologi Mobil Caren Delano Diduga Dibawa Kabur Sopir

Selain itu, Peraturan terkait dengan kepemilikan dan pemakaian kendaraan di Dubai juga memiliki dampak signifikan. Peraturan di Dubai, terutama yang berkaitan dengan kepemilikan mobil, tidak ketat seperti di negara-negara lain. Hal Ini yang membuat pemilik mobil mewah memiliki sedikit insentif untuk merawat kendaraan mereka dengan baik. Oleh karena itu, banyak pemilik mobil mewah yang merasa bebas untuk membiarkan kendaraan mereka terbengkalai tanpa takut akan sanksi yang berat.

Selanjutnya, cuaca ekstrem Dubai juga berkontribusi pada masalah ini. Suhu di Dubai selama musim panas bisa mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Suhu yang sangat tinggi ini dapat merusak komponen kendaraan, terutama jika mobil tidak digunakan secara teratur. Banyak penduduk Dubai yang hanya menggunakan mobil mereka selama musim dingin yang relatif sejuk, sementara pada musim panas mobil tersebut dibiarkan terparkir di bawah terik matahari. Akibatnya, mobil-mobil ini sering mengalami kerusakan yang serius, dan biaya perbaikannya bisa sangat tinggi.

Masalah keuangan pribadi juga menjadi salah satu faktor di balik banyaknya mobil mewah yang terbengkalai. Meskipun Dubai dikenal sebagai pusat keuangan dan harta benda, banyak penduduknya juga mengalami kesulitan keuangan. Banyak dari mereka yang membeli mobil mewah dengan cicilan atau pinjaman, dan ketika mereka menghadapi masalah keuangan, mobil tersebut sering kali menjadi salah satu aset pertama yang mereka tinggalkan.

Selain itu, pemeliharaan mobil mewah dapat menjadi sangat mahal, terutama jika dilakukan oleh bengkel resmi. Banyak pemilik mobil mewah di Dubai yang tidak mampu atau tidak ingin mengeluarkan uang besar untuk pemeliharaan kendaraan mereka. Akibatnya, mereka lebih memilih untuk meninggalkan mobil mereka tidak terawat dan membiarkannya membusuk di bawah terik matahari.

Baca Juga: Prabowo Dan Gibran Bareng Satu Mobil, Puan: Saya Juga Sering

Terakhir, masalah lingkungan adalah aspek lain yang perlu dipertimbangkan. Banyak dari mobil-mobil ini akhirnya berubah menjadi bangkai dan menjadi beban lingkungan. Cairan bocor dari kendaraan ini bisa mencemari tanah dan air di sekitarnya, menciptakan masalah lingkungan yang serius yang perlu diatasi.

Banyaknya mobil mewah yang terbengkalai di Dubai adalah hasil dari berbagai faktor, termasuk budaya konsumsi berlebihan, peraturan yang lemah, masalah keuangan pribadi, dan cuaca ekstrem. Selain itu, fenomena ini juga mencerminkan dinamika konsumsi yang cepat dan perubahan status sosial yang khas dari kota mewah ini. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk merencanakan keuangan dengan bijak dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari kepemilikan barang mewah. (Dani Zahra Anjaswari)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
A