Jepang! Negara Dengan Harapan Hidup Terpanjang, Tapi Dibayangi Krisis Demografi

AKURAT.CO Jepang merupakan salah satu negara pertama yang mengalami krisis demografi. Pasalnya Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menyebutkan 29,1 persen penduduk Jepang berusia di atas 65 tahun, hal ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu lebih dari 10 persen penduduk Jepang berusia 80 tahun atau lebih dan dapat diperkiraan 40 persen penduduknya akan melewati usia pensiun pada 2050.
Baca Juga: Diet 1975, Cara Mudah Turunkan Berat Badan Ala Jepang
Selain itu, rentang hidup panjang yang menyebabkan penurunan angka kematian dan berkurangnya angka kelahiran, tercatat sebagai salah satu faktor utama krisis demografi yang terjadi di Jepang. Beberapa hal tersebut membuat krisis demografi di Jepang semakin nyata.
Data-data tersebut dirilis oleh pemerintah Jepang pada peringatan Hari Penghormatan terhadap lansia. Hal ini sekaligus sebagai peringatan menurunnya angka kelahiran dan menurunnya tenaga kerja yang dapat berdampak pada pendanaan dana pension serta layanan keseharan bersama dengan meningkatnya permintaan dari populasi lansia.
Baca Juga: IAEA Dan Jepang Sepakati Tinjauan Keselamatan Berkelanjutan Terhadap Air Fukushima
Lalu Apa Sebenarnya Krisis Demografi?
Krisis demografi adalah keadaan sebuah wilayah yang mengalami penurunan jumlah penduduk diusia produktif. Di Jepang, krisis demografi kemungkinan akan terjadi akibat dari menurunnya tingkat kematian dan kelahiran, serta jumlah penduduk dengan usia lanjut yang meningkat.
Selain itu, beberapa faktor lain seperti meningkatnya biaya hidup dan perubahan sosial juga menjadi penyebab terjadinya krisis demografi.
Baca Juga: Intip Sejarah Gedung BNI Yogyakarta, Pernah Jadi Kantor Radio Jepang
Beberapa Cara Mengatasi Krisis Demografi
- Naiknya Standar Umur
Menaikan standar umur merupakan salah satu cara untuk menangani krisis demografi yang terjadi. Selain Jepang, hal ini juga di lakukan oleh negara tetangganya yaitu Korea Selatan.
Naiknya standar umur juga merupakan perubahan batasan umur untuk masuk dunia kerja atau produktif. Misalnya awal usia produktif ditetapkan pada umur 17 tahun ke 35 tahun sekarang diubah lebih muda atau lebih tua sesuai dengan kondisinya.
- Mendorong Lebih Banyak Pekerja Wanita
Strategi mendorong lebih banyak pekerja wanita pada dasarnya sudah dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan untuk mengatasi krisis demografi pada 2017. Tentu hal ini bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk memperkecil dampak dari krisis demografi.
Pasalnya kebanyakan wanita diusia produktif lebih memilih menjadi ibu rumah tangga dari pada bekerja. Hal ini menjadi peluang memunculkan tenaga kerja baru dengan usia yang masih produktif.
- Kebijakan Tiga Anak
Kebijakan memiliki tiga anak ini dilakukan oleh negara cina ketika mengalami krisis demografi. Banyak pro dan kontra dengan strategi ini untuk mengatasi krisis demografi. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









