Tragedi Darfur: 13 Warga Sipil Sudan Dieksekusi Pasukan RSF

AKURAT.CO Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Sudan. Sebanyak 13 warga sipil dilaporkan dieksekusi oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di wilayah Darfur Utara, menurut laporan Sudan Doctors Network.
Dalam pernyataannya, organisasi medis itu menyebut korban terdiri dari 5 anak-anak, 4 perempuan, dan 4 orang lanjut usia. Peristiwa ini terjadi di kawasan Khazan Qolo, yang berada di jalur utama antara El-Fasher dan Tawila.
Serangan tersebut digambarkan sebagai “pembantaian mengerikan” yang secara langsung menargetkan warga sipil tak bersenjata. Sudan Doctors Network menyebut aksi ini sebagai bagian dari kampanye pembersihan etnis dan genosida yang terus dilakukan RSF di Darfur, melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
“Penargetan sistematis terhadap anak-anak, perempuan, dan lansia menunjukkan bahwa RSF menjalankan kebijakan terencana untuk menggusur warga berdasarkan etnis,” tulis pernyataan resmi jaringan medis tersebut.
Kejahatan Perang dan Desakan Internasional
Sudan Doctors Network menegaskan bahwa tindakan RSF ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Serangan juga disebut bertolak belakang dengan seruan RSF sendiri, yang sebelumnya meminta warga sipil mengevakuasi El-Fasher.
Organisasi tersebut menuntut komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan genosida dan menekan kepemimpinan RSF agar bertanggung jawab atas kekejaman mereka.
Konflik Sudan yang Berkepanjangan
Sejak April 2023, Sudan terjerumus dalam perang berdarah antara militer pemerintah dan RSF. El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, telah dikepung sejak Mei 2024, dengan laporan berulang bahwa RSF menembaki kawasan sipil meski ada seruan dunia internasional untuk membuka akses kemanusiaan.
Menurut data PBB dan otoritas lokal, konflik ini telah menewaskan lebih dari 20.000 orang dan membuat sekitar 14 juta orang mengungsi. Namun, riset dari beberapa universitas di Amerika Serikat memperkirakan angka korban jiwa bisa mencapai 130.000 orang.
Darfur dalam Bahaya
Tragedi terbaru di Khazan Qolo menambah panjang daftar kekerasan yang menimpa warga Darfur. Situasi ini semakin mempertegas bahwa konflik Sudan bukan hanya perebutan kekuasaan, melainkan juga menyisakan krisis kemanusiaan berskala besar yang berpotensi meluas jika dunia internasional tidak segera bertindak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






