Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Maknanya

AKURAT.CO Sholat tarawih selesai. Sebagian jamaah langsung berdiri, meraih sandal, mengecek ponsel. Sebagian lainnya tetap duduk, menunggu satu hal: doa kamilin, doa setelah sholat tarawih.
Di tengah budaya serba cepat dan generasi yang makin individual, tradisi membaca doa setelah tarawih berjamaah justru tetap bertahan—bahkan di masjid-masjid perkotaan. Mengapa sebuah doa yang tidak memiliki dalil spesifik tetap hidup, bahkan terasa “wajib secara emosional”?
Di sinilah menariknya fenomena doa kamilin: ia bukan hanya bacaan, tapi simbol identitas, kebersamaan, dan cara umat memahami kesempurnaan iman.
Apa Itu Doa Kamilin?
Doa kamilin adalah doa yang biasa dibaca setelah sholat tarawih, berisi permohonan agar menjadi hamba yang sempurna imannya dan selamat dunia akhirat.
Ciri utamanya:
-
Dibaca setelah tarawih (8 atau 20 rakaat)
-
Berisi harapan tentang iman, ibadah, dan keselamatan akhirat
-
Tidak memiliki dalil khusus dari Al-Qur’an atau hadis, tetapi diamalkan secara luas oleh ulama Nusantara
Istilah “kamilin” berasal dari kata Arab yang berarti orang-orang yang sempurna.
Bacaan Doa Kamilin Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)
Berikut teks doa kamilin yang banyak dirujuk, salah satunya melalui publikasi NU Online:
Teks Arab
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ...
(Teks lengkap tetap sebagaimana dalam narasi asli untuk menjaga keutuhan bacaan.)
Latin (Transliterasi Singkat Awal)
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shalâti hâfidhîn...
Artinya (Ringkasan Makna)
“Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menjaga shalat, menunaikan zakat, bersabar atas ujian, bersyukur atas nikmat, hingga kelak masuk surga dan selamat dari neraka…”
Isi doa ini sangat komprehensif. Ia mencakup:
-
Kesempurnaan iman
-
Konsistensi ibadah
-
Keteguhan menghadapi ujian
-
Harapan berkumpul bersama nabi dan orang saleh di akhirat
Apa Dasar Amalan Doa Kamilin?
Secara fiqih, doa kamilin tidak memiliki nash khusus dari Al-Qur’an maupun hadis yang secara eksplisit memerintahkannya. Namun, ia diwariskan oleh para ulama Nusantara sebagai amalan baik.
Dalam literatur pesantren, doa ini tercantum dalam kitab-kitab kumpulan doa, termasuk karya ulama seperti KH Muhammad bin Abdullah Faqih (Pesantren Langitan).
Adapun kesunnahan sholat tarawih sendiri mengacu pada hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim:
“Barang siapa mendirikan Ramadhan dengan iman dan penuh harap, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Para ulama seperti Khatib al-Syarbini menjelaskan bahwa makna “qâma Ramadhan” dalam hadis tersebut dipahami sebagai sholat tarawih.
Kapan Doa Kamilin Dibaca?
Praktiknya fleksibel dan mengikuti tradisi masjid masing-masing:
-
Setelah 8 rakaat bagi yang melaksanakan tarawih 8 rakaat
-
Setelah 20 rakaat bagi yang menjalankan 20 rakaat
-
Biasanya dipimpin imam atau bilal, lalu dibaca bersama jamaah
Tidak ada kewajiban mutlak. Jamaah boleh memilih membaca doa lain atau langsung pulang.
Doa Pendek Setelah Tarawih (Alternatif Ringkas)
Bagi yang ingin bacaan lebih singkat, berikut doa pendek yang populer:
اللهمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ...
Artinya secara ringkas:
“Ya Allah, kami memohon ridha dan surga-Mu, serta berlindung dari murka dan neraka-Mu…”
Doa ini mudah dihafal, tetapi tetap memuat tiga inti permohonan:
-
Ridha Allah
-
Surga
-
Ampunan
Tradisi, Spiritualitas, dan Identitas Islam Indonesia
Secara teks, doa kamilin memang tidak bersumber langsung dari nash Al-Qur’an atau hadis tertentu. Ini yang kadang memunculkan perdebatan: apakah ia termasuk bid’ah?
Sebagian kelompok menilai amalan setelah sholat tarawih seharusnya kembali ke praktik yang eksplisit dicontohkan Nabi. Namun dalam tradisi pesantren dan komunitas Nahdliyin, bacaan doa tarawih NU seperti doa kamilin dipahami sebagai bagian dari ijtihad ulama—selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat, ia termasuk amalan yang dianjurkan.
Paradoksnya, generasi yang paling vokal di media sosial sering memperdebatkan statusnya, tetapi di lapangan, ribuan masjid tetap melantunkannya setiap malam Ramadhan tanpa konflik berarti.
Ini menunjukkan satu hal: dalam praktik keagamaan, legitimasi sosial sering kali lebih kuat daripada perdebatan digital.
Baca Juga: Sholat Tarawih 20 Rakaat: Niat, Dalil, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Baca Juga: Bacaan Bilal Shalat Tarawih Lengkap dengan Jawaban Jamaah
Kenapa Banyak Orang Tetap Menunggu Doa Kamilin?
Bayangkan suasana masjid menjelang akhir tarawih. Sebagian jamaah sudah bersiap pulang. Namun banyak yang tetap duduk, menunggu doa kamilin.
Mengapa?
Pasalnya, doa ini menjadi “penutup rasa”. Seolah-olah tanpa doa tersebut, ibadah terasa belum tuntas. Ini menunjukkan bahwa spiritualitas bukan hanya soal kewajiban, tapi juga pengalaman batin.
Ada pergeseran menarik dalam pola ibadah generasi muda:
-
Gen Z cenderung mencari dalil eksplisit
-
Milenial lebih terbuka pada tradisi komunitas
-
Konten dakwah di TikTok dan YouTube sering membingkai ulang praktik keagamaan
Namun uniknya, amalan setelah sholat tarawih seperti doa kamilin tetap dipertahankan. Mengapa? Karena ia menawarkan pengalaman kolektif—sesuatu yang justru langka di era individualisme.
Kenapa Penting Memahami Makna Doa Kamilin?
Bukan sekadar membaca, memahami arti doa kamilin membuat ibadah lebih reflektif.
Dampaknya:
-
Meningkatkan kekhusyukan
-
Membantu internalisasi nilai sabar dan syukur
-
Membuat tarawih lebih bermakna
Jika hanya melafalkan tanpa memahami, doa bisa kehilangan kedalaman emosionalnya.
Lebih dari Sekadar Tradisi
Doa kamilin mungkin tidak tertulis sebagai kewajiban. Tapi dalam praktik sosial, ia telah menjadi bagian dari identitas kolektif umat.
Di era ketika agama sering direduksi menjadi potongan video 60 detik, tradisi membaca doa bersama mengingatkan bahwa iman bukan hanya soal benar atau salah—tetapi juga tentang rasa, kebersamaan, dan kesinambungan sejarah.
Pertanyaannya bukan lagi apakah doa kamilin wajib atau tidak.
Yang lebih penting: apakah kita masih memahami makna dari setiap kalimat yang kita aminkan bersama?
Karena bisa jadi, yang benar-benar hilang bukanlah ritualnya—melainkan kesadarannya.
Baca Juga: Doa Awal Ramadhan dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Baca Juga: Sholat Tarawih Tapi Tidak Sholat Isya, Apa Hukumannya?
FAQ
Apa itu doa kamilin setelah tarawih?
Doa kamilin adalah doa yang biasa dibaca setelah sholat tarawih berjamaah pada bulan Ramadhan. Isinya berupa permohonan agar menjadi hamba yang sempurna imannya, istiqamah dalam ibadah, serta mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Istilah “kamilin” berarti orang-orang yang sempurna. Karena itu, doa ini berisi harapan agar umat Islam termasuk golongan yang menjaga shalat, menunaikan zakat, bersabar atas ujian, hingga kelak masuk surga. Meski tidak memiliki dalil khusus, bacaan doa tarawih NU ini telah menjadi tradisi kuat di banyak masjid Indonesia.
Mengapa doa kamilin dibaca setelah sholat tarawih?
Doa kamilin dibaca sebagai amalan setelah sholat tarawih untuk menyempurnakan ibadah malam Ramadhan. Secara tradisi, ia menjadi penutup rangkaian tarawih sebelum jamaah pulang atau melanjutkan witir.
Selain itu, doa setelah tarawih berjamaah ini menciptakan suasana kebersamaan spiritual. Jamaah tidak hanya sholat bersama, tetapi juga memanjatkan harapan yang sama. Bagi sebagian kalangan, ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk identitas dan warisan ulama Nusantara.
Bagaimana cara membaca doa kamilin yang benar?
Cara membaca doa kamilin cukup sederhana. Biasanya dipimpin oleh imam atau bilal, lalu diikuti jamaah secara bersama-sama setelah rakaat terakhir tarawih—baik 8 maupun 20 rakaat, tergantung praktik masjid.
Bacaan dapat dilafalkan dalam bahasa Arab sesuai teks yang umum beredar, lalu dipahami maknanya melalui terjemahan. Tidak ada tata cara khusus yang mengikat, sehingga siapa pun bisa membacanya sendiri di rumah sebagai bagian dari amalan setelah sholat tarawih.
Apa dampaknya jika tidak membaca doa kamilin setelah tarawih?
Tidak membaca doa kamilin tidak membatalkan sholat tarawih. Ibadah tarawih tetap sah karena doa ini bukan rukun maupun syarat sholat. Jadi, tidak ada konsekuensi hukum yang membuat ibadah menjadi tidak sah.
Namun secara spiritual dan sosial, sebagian jamaah merasa ada yang kurang jika melewatkannya. Doa ini sering dipahami sebagai penutup emosional yang menyempurnakan ibadah malam. Dampaknya lebih terasa pada pengalaman batin dan kebersamaan, bukan pada aspek sah atau tidaknya ibadah.
Apakah doa kamilin termasuk bid’ah?
Doa kamilin tidak memiliki dalil khusus dari Al-Qur’an atau hadis yang secara eksplisit memerintahkannya. Karena itu, sebagian pihak mempertanyakan hukumnya dalam diskursus fikih.
Namun banyak ulama Nusantara memandangnya sebagai doa baik yang isinya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam praktiknya, bacaan doa tarawih NU ini diterima luas sebagai tradisi keagamaan yang bernilai positif selama tidak diyakini sebagai kewajiban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









