Akurat

Tata Cara Salat Tarawih di Rumah dan Keutamaannya

Wahyu SK | 26 Februari 2025, 11:05 WIB
Tata Cara Salat Tarawih di Rumah dan Keutamaannya

AKURAT.CO Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah bagi umat Islam. Salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama bulan suci ini adalah salat Tarawih.

Umat muslim dapat melaksanakannya secara berjamaah di masjid atau secara individu di rumah.

Tata cara salat Tarawih sendiri di rumah tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan di masjid, hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam niatnya.

Asal-usul Salat Tarawih

Salat Tarawih merupakan salat sunah yang dilakukan setelah salat Isya dan lebih utama jika ditutup dengan salat Witir.

Salat Tarawih pertama kali dilaksanakan oleh Rasulullah SAW di Masjid Nabawi pada bulan Ramadan tahun kedua Hijriah.

Namun, berdasarkan buku Sejarah Tarawih karya Ahmad Zarkasih, Rasulullah SAW menyebut ibadah ini dengan istilah qiyam Ramadan, bukan Tarawih.

Secara bahasa, qiyam Ramadan berarti "menghidupkan malam-malam Ramadan" melalui berbagai ibadah, termasuk salat malam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa pun yang menjalankan qiyam Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Hal ini ditegaskan dalam hadits berikut:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa melaksanakan ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari & Muslim)

Baca Juga: Doa Setelah Shalat Tarawih, Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah

Salah Tarawih yang dilakukan sendiri di rumah memiliki tata cara yang sama dengan salat Tarawih berjamaah di masjid.

Satu-satunya perbedaan terletak pada niatnya.

Niat Salat Tarawih Sendiri

أُصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW melaksanakan salat Tarawih sebanyak delapan rakaat, kemudian diakhiri dengan tiga rakaat Witir.

Hadits ini menjadi bahan diskusi di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat Tarawih yang ideal.

Baca Juga: 5 Manfaat Shalat Tarawih bagi Kesehatan Fisik

Berikut tata cara salat Tarawih di rumah sebanyak delapan rakaat (dengan setiap dua rakaat diakhiri salam):

Langkah-langkah Salat Tarawih Sendiri

1. Membaca niat dalam hati sebelum memulai salat.
2. Takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah.
3. Membaca surah Al-Fatihah, diikuti dengan surah pendek dari Al-Qur'an.
4. Rukuk dengan tuma'ninah.
5. I'tidal dengan membaca "Sami'allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamd".
6. Sujud pertama, lalu duduk di antara dua sujud.
7. Sujud kedua, kemudian duduk sejenak sebelum berdiri kembali.
8. Melaksanakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
9. Mengucapkan salam pada akhir rakaat kedua.
10. Mengulangi langkah-langkah di atas hingga mencapai total delapan rakaat (dengan setiap dua rakaat diakhiri salam).
11. Membaca istighfar dan dianjurkan untuk membaca doa Kamilin setelah selesai salat Tarawih.
12. Melanjutkan dengan salat Witir sebanyak tiga rakaat, yang dapat dilakukan dengan dua cara:
13. Tiga rakaat tanpa salam di tengah.
14. Dua rakaat salam, lalu satu rakaat terakhir dengan salam terpisah.

Keutamaan Salat Tarawih

1. Meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
2. Menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
3. Pahala ibadahnya dicatat seperti beribadah semalaman penuh.
4. Memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani.
5. Menjalin dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Hadits Anjuran Salat Tarawih

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan ibadah di malam Ramadan, termasuk salat Tarawih.

Baca Juga: Mengupas Sejarah Bacaan Bilal Tarawih di Indonesia

Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ يَرْغَبُ فِي قِيَام رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاخْتَر بَابا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. رواه مسلم

Artinya: "Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan ibadah malam di bulan Ramadan (termasuk salat Tarawih), tanpa mewajibkannya. Beliau hanya bersabda: Barang siapa melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan pengharapan terhadap pahala Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Muslim)

Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan selama bulan Ramadan.

Meskipun lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid, salat ini tetap bisa dikerjakan sendiri di rumah dengan tata cara yang sama.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
W
Editor
Wahyu SK