Sholat Tarawih 20 Rakaat: Niat, Dalil, dan Tata Cara Pelaksanaannya

AKURAT.CO Sholat tarawih merupakan ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadan setelah sholat Isya. Di Indonesia, praktik yang paling umum dilakukan adalah tarawih sebanyak 20 rakaat, biasanya ditutup dengan sholat witir tiga rakaat sehingga totalnya menjadi 23 rakaat.
Mayoritas ulama dari berbagai mazhab fikih berpendapat bahwa jumlah 20 rakaat merupakan amalan yang memiliki dasar kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan telah dipraktikkan secara luas oleh umat Muslim di berbagai negara.
Bacaan Niat Sholat Tarawih 20 Rakaat
Pada dasarnya, niat sholat tarawih dibaca setiap akan memulai dua rakaat. Redaksinya menyesuaikan dengan posisi seseorang, apakah sholat sendiri, menjadi makmum, atau menjadi imam.
1. Niat sholat tarawih sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta‘ala.”
2. Niat sebagai makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta‘ala.”
3. Niat sebagai imam
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta‘ala.”
Baca Juga: Bacaan Bilal Shalat Tarawih Lengkap dengan Jawaban Jamaah
Bacaan niat tersebut diulang setiap dua rakaat hingga genap 20 rakaat.
Dalil Sholat Tarawih 20 Rakaat
Pendapat tentang 20 rakaat dianut oleh para imam mazhab, seperti Malik bin Anas, Abu Hanifah, Muhammad bin Idris asy-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, serta Dawud az-Zhahiri.
Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan berasal dari Ibnu Abbas RA, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat di bulan Ramadan sebanyak 20 rakaat dan ditutup dengan witir. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dan juga disebut dalam riwayat Al-Baihaqi.
Dalam praktiknya, jumlah 20 rakaat kemudian menjadi amalan yang masyhur dan dijalankan secara berjamaah pada masa sahabat serta generasi setelahnya. Di Indonesia, praktik ini juga sejalan dengan tradisi mayoritas umat Islam, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi’i.
Tata Cara Sholat Tarawih 20 Rakaat
Secara umum, tata cara sholat tarawih sama seperti sholat sunah dua rakaat lainnya. Pelaksanaannya dapat diringkas sebagai berikut:
-
Membaca niat sebelum takbiratul ihram.
-
Takbiratul ihram.
-
Membaca doa iftitah (jika dibaca), ta’awudz, dan Surah Al-Fatihah.
-
Membaca salah satu surah Al-Qur’an.
-
Rukuk, i‘tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
-
Bangkit untuk rakaat kedua dengan rangkaian gerakan yang sama.
-
Tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua.
Rangkaian tersebut diulang hingga genap 20 rakaat. Umumnya dilaksanakan dengan dua rakaat satu salam (10 kali salam). Di beberapa tempat, ada pula yang melaksanakan empat rakaat satu salam sesuai kebiasaan setempat.
Baca Juga: Tata Cara Melaksanakan Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah
Sholat tarawih dianjurkan dilakukan dengan khusyuk dan penuh ketenangan. Baik dilaksanakan sendiri maupun berjamaah di masjid, yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan konsistensi ibadah sepanjang bulan Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









