Akurat

Doa dan Amalan saat Mendengar Gempa Bumi, agar Selamat dan Dijauhkan dari Marabahaya

Fajar Rizky Ramadhan | 30 Desember 2025, 06:34 WIB
Doa dan Amalan saat Mendengar Gempa Bumi, agar Selamat dan Dijauhkan dari Marabahaya

AKURAT.CO Gempa bumi merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT yang dapat terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi secara pasti oleh manusia.

Dalam Islam, peristiwa alam seperti gempa tidak hanya dipahami sebagai fenomena geologis, tetapi juga sebagai pengingat agar manusia kembali menyadari keterbatasannya dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Oleh karena itu, ketika mendengar atau merasakan gempa bumi, seorang Muslim dianjurkan untuk melakukan doa dan amalan tertentu sebagai bentuk ikhtiar batin agar diberikan keselamatan serta dijauhkan dari marabahaya.

Al-Qur’an mengingatkan bahwa segala peristiwa yang terjadi di bumi berlangsung atas izin dan kehendak Allah SWT. Dalam Surah Al-Hadid ayat 22, Allah berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Jaja Miharja Mengkhawatirkan, Keluarga Minta Doa...

Ayat ini menegaskan bahwa musibah, termasuk gempa bumi, bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri tanpa makna. Islam mengajarkan agar seorang Mukmin meresponsnya dengan ketenangan, doa, dan introspeksi diri.

Doa yang dianjurkan ketika terjadi atau mendengar gempa bumi adalah memperbanyak istighfar dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca para ulama adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Selain itu, dianjurkan membaca doa perlindungan dari keburukan dan bencana:

اللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِينَا وَمِنْ خَلْفِنَا وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا وَمِنْ فَوْقِنَا وَنَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ نُغْتَالَ مِنْ تَحْتِنَا

Artinya: Ya Allah, lindungilah kami dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dan dari atas kami. Kami berlindung dengan kebesaran-Mu agar tidak dibinasakan dari bawah kami.

Doa ini memiliki makna yang sangat relevan ketika terjadi gempa bumi, karena menggambarkan permohonan perlindungan dari segala arah, termasuk dari bahaya yang datang dari dalam bumi.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak istighfar ketika terjadi tanda-tanda alam yang menakutkan. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Artinya: Apabila kalian melihat sesuatu (peristiwa alam) seperti itu, maka bersegeralah mengingat Allah, berdoa kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. (HR. Abu Dawud)

Selain doa lisan, amalan hati juga sangat penting. Seorang Muslim dianjurkan untuk bertobat, memperbaiki niat, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Gempa bumi dapat menjadi momentum muhasabah, mengingatkan manusia agar tidak lalai, tidak sombong dengan kekuatan ilmu dan teknologi, serta selalu menggantungkan rasa aman hanya kepada Allah SWT.

Baca Juga: 50+ Ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Doa

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak sedekah dan membantu sesama, terutama jika gempa menimbulkan korban atau kerusakan. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala dan musibah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:

الصَّدَقَةُ تَدْفَعُ الْبَلَاءَ

Artinya: Sedekah dapat menolak bala. (HR. Thabrani)

Dengan demikian, doa dan amalan saat mendengar atau mengalami gempa bumi bukan hanya bertujuan untuk keselamatan fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat keimanan, menenangkan jiwa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sikap inilah yang menjadi ciri seorang Mukmin, yakni tetap berharap, berdoa, dan bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan, baik saat lapang maupun sempit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.